Longsor di Bali
OBJEK Wisata Ceking Tegallalang Longsor, Hiace Rusak Tertimpa Pohon Tumbang!
Longsor tersebut dipicu cuaca ekstrem, hujan lebat yang mengguyur wilayah Tegallalang sejak sore hari.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Hujan deras juga mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana sejak sore hingga malam hari, Rabu (28/1) malam. Hal tersebut sempat membuat warga khawatir potensi bencana alam.
Terlebih lagi, volume air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) sudah mengalami peningkatan. Peningkatan volume masih dalam batas aman dan hingga Kamis (29/1), BPBD Jembrana belum menerima laporan.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (29/1) menyebutkan, pihaknya sempat melakukan pengecekan debit air di sejumlah sungai yang ada pascahujan deras yang terjadi beberapa jam tersebut. Terhitung ada lima titik sungai yang dipantau petugas rata-rata menunjukkan peningkatan volume air.
Mulai dari Sungai Kaliakah, Yehembang, Batuagung, Ijogading serta Sungai Bilukpoh. “Sesuai pantauan tim memang airnya naik, namun masih dalam batas aman,” tegasnya.
Meskipun masih dalam kategori aman, seluruh masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Apalagi sebelumnya sudah terjadi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, angin puting beliung, dan gelombang tinggi,” tandasnya. (weg/mpa)
| Jalan Penghubung Desa Peken Belayu-Desa Kukuh Kembali Longsor, Tebing Tergerus |
|
|---|
| 27 KK di Buleleng Terisolasi Pasca Longsor di Gitgit, Siswa Tidak Bisa Sekolah |
|
|---|
| Longsor Saat Hujan Deras di Nusa Penida, Tembok Penahan Pekarangan Rumah Warga Roboh |
|
|---|
| Korban Tanah Longsor di Kintamani Ditemukan Meninggal, Tertimbun Material 100 Meter |
|
|---|
| Korban Longsor di Suter Bangli Bali Ditemukan, Nyoman Buda Tertimbun di Sekitar Pondok Darurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tim-gabungan-melakukan-evakuasi-terhadap-mobil-sv.jpg)