Longsor di Bali
3 Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Tegenungan, Satu Orang Tewas, Dua Selamat
Longsor di Kabupaten Gianyar menyebabkan 1 orang tewas, sementara 14 warga terdampak senderan jebol di Denpasar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Hujan deras kembali mengguyur Bali dan sekitarnya, Kamis (12/2/2026). Akibatnya, dilaporkan sejumlah kejadian bencana alam yang mulai terjadi pada 08.00 hingga 15.30 Wita.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) membeberkan kejadian paling fatal terjadi di Kabupaten Gianyar dengan satu korban tewas akibat longsor.
Longsor di Kabupaten Gianyar terjadi di proyek bangunan milik DMA yang berlokasi di Jalan Air Terjun, Banjar Tegenungan, Desa Kamenuh, Kecamatan Sukawati.
Baca juga: Tak Mampu Tahan Air Hujan, Senderan Rumah Longsor di Desa Duda Karangasem Jebol
Longsoran material menimbun tiga orang pekerja.
Berdasarkan laporan terkini yang diterima Tribun Bali, satu korban atas nama NS dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Ari Canti.
Satu korban lainnya mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan.
BPBD Gianyar mendapatkan laporan darurat dari kawasan Banjar Tegenungan kemarin siang.
Baca juga: Tiga Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Tegenungan, Sempat Terjebak Selama 30 Menit
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pasca mendapatkan laporan orang tertimbun material, ia bersama anggota langsung terjun ke lokasi kejadian.
Saat tiba di sana, terdapat tiga orang yang tertimbun. Dua orang bisa keluar dengan cepat, dan satu orang sempat terjebak dalam material selama kurang lebih 30 menit.
“Dua orang bisa keluar dengan cepat, dan satu orang terjebak hampir 30 menit. Kita bisa keluarkan, dan dievakuasi ke RSU Ari Santi Ubud, kondisinya lemas,” ujar Dibya.
Dijelaskan para pekerja yang berasal dari Kecamatan Blahbatuh itu, awalnya mengerjakan proyek bangunan yang di pinggirnya terdapat senderan roboh sejak beberapa hari lalu.
Saat itu, para pekerja akn membersihkan material longsor tersebut, namun justru hal yang tak diinginkan terjadi.
“Di TKP (Tempat Kejadian Perkara) memang ada yang senderannya sudah jebol. Rencana pekerja ini membersihkan material itu, tapi kembali jebol dan menimpa mereka,” ujarnya.
Sementara itu, senderan parit di perumahan Gang Wahyu, Jalan Ahmad Yani Utara Denpasar jebol dan berdampak pada belasan warga. Kejadian ini terjadi pada Kamis (12/2) sore akibat curah hujan yang cukup lebat mengguyur Denpasar.