Cuaca Ekstrem di Bali
Cuaca Ekstrem Masih Hantui Gianyar, Sehari 8 Kejadian di 8 Titik
Cuaca ekstrem yang terjadi sejak tahun 2025 hingga awal 2026 ini. Kerusakan terus timbul akibat hujan disertai angin kencang.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak tahun 2025 hingga awal 2026 ini.
Kerusakan terus timbul akibat hujan disertai angin kencang.
Pada Sabtu 14 Februari kemarin cuaca ekstrem menimbulkan berbagai kerusakan.
Mulai dari kerusakan pelinggih, bangunan dan sebagainya.
Baca juga: DAMPAK Cuaca Ekstrem di Nusa Penida, Pura Hingga Infrastuktur Rusak, Kerugian Capai Rp1,6 Miliar!
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Minggu 15 Februari 2026 mengatakan, dampak cuaca ekstrem pada Sabtu kemarin, mengakibatkan bencana di delapan titik.
Kejadian ini berupa pohon tumbang, mulai dari kawasan Tegal Tugu Gianyar, Banjar Lalapan Ubud, areal Puri Ubud yang merobohkan bangunan.
Pohon tumbang juga terjadi di Angkling Gianyar, di Imam Bonjol Gianyar, Taman Dipta, dan Pantai Cucukan.
Baca juga: Hindari Pohon Tumbang, Bus justru Terperosok dan Tabrak Pohon Perindang di Jembrana
"Semua kejadian telah kita tangani, ada juga yang ditangani oleh Dinas PUPR Gianyar dan PLN. Tida terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Dibya.
Terpisah, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah pesisir, anggota Satpolairud Polres Gianyar meningkatkan kegiatan sambang nelayan dan pemancing di pesisir Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Minggu 15 Februari 2026.
Dalam kegiatan, personel Pos Pantau Masceti itu mengimbau para nelayan agar tetap waspada dan berhati-hati saat melaut, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Baca juga: Ikat Kucing Depan Rumah, Warga Gianyar Didatangi Polisi
Selain itu, nelayan juga diingatkan untuk selalu membawa dan menggunakan life jacket demi keselamatan diri saat berada di tengah laut.
Petugas juga menekankan pentingnya memperhatikan kelengkapan peralatan melaut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C Kesuma mengatakan, kegiatan sambang ini diharapkan terjalin sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat nelayan sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah pesisir Desa Lebih.
"Ketika terjadi sesuatu, agar masyarakat di pesisir segera menginformasikan ke petugas kami di lapangan, agar bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya. (*)
Berita lainnya di Cuaca Ekstrem di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-mengakibatkan-bangunan-rusak-di-Kabupaten-Gianyar-896.jpg)