Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jalan Rusak di Bali

BARU Dibangun Sudah Berlubang, Jalan Anyar Simpang Tebongkang Ubud 'Benyah' Disapu Hujan Badai 

Sebab aspal yang berlubang itu tergenangi air hujan, sehingga pengendara tidak melihat lubang yang relatif dalam itu.

Tayang:
Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
  JALAN BERLUBANG - Jalan rusak di simpang empat Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (1/3). 

TRIBUN-BALI.COM  - Hujan dengan intensitas tinggi yang belakangan di mengguyur wilayah Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, menyebabkan kerusakan infrastruktur. Yakni, aspal yang baru dibuat pemerintah untuk pelebaran jalan di simpang empat Tebongkang pada akhir tahun 2025, kini kondisinya rusak.
 
Pantauan Tribun Bali, Minggu (1/3), aspal untuk pelebaran jalan tersebut, mengalami banyak kerusakan. Selain berlubang, aspal yang berada di pinggir juga tergerus, sehingga tidak rata. Kondisi tersebut pun membahayakan pengendara, terlebih lagi saat turun hujan.
 
Sebab aspal yang berlubang itu tergenangi air hujan, sehingga pengendara tidak melihat lubang yang relatif dalam itu. Selama ini, telah banyak kendaraan yang terjerembab. Meskipun tidak menimbulkan korban luka. Namun lubang tersebut merusak sepeda motor hingga mobil. 

Baca juga: UPDATE Kasus WNA Ukraina, Mr. Terimakasih Ikut Berkomentar, Masih di Bawah Kendali Polda Bali

Baca juga: INDUSTRI Panel Surya Terancam Terpukul, Dampak AS Kenakan Tarif CVD Hingga 143 Persen 


 
Julianto, seorang sopir tranportasi yang biasa mangkal di seputaran lokasi tersebut mengatakan, kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Namun beruntung tidak sampai memakan korban. "Setahu saya belum pernah telan korban, tapi kondisinya membahayakan. Syukur di sana sering macet, jadi kendaraan jalannya pelan, kalau malam dan saat turun hujan, itu sangat berbahaya," ujarnya. 
 
Pantauan Tribun Bali, kerusakan jalan baru di Ubud tidak hanya terjadi di simpang Tebongkang. Namun di beberapa lokasi, seperti di Jalan Raya Nyuh Kuning. Terdapat pula lubang tinggi di tengah jalan. Kondisi tersebut terjadi akibat hujan deras. 
 
Selain jalan, beberapa drainase yang baru diperbaiki di tahun 2025 juga tak berfungsi maksimal. Seperti drainase di simpang empat Tebongkang. Drainase yang telah lebarkan tersebut, belakangan ini kerap mampet saat sedang hujan lebat. Air sungai pun meluber ke jalan, yang juga menutupi lubang-lubang aspal, dan menggerus pinggiran aspal. 
 
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, I Made Gede Astawiguna saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat. Yakni, kerusakan tersebut akan segera ditindaklanjuti. "Kami tindaklanjuti," ucapnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved