Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

PALEBON Ida Bhagawan Blebar Gianyar, Prananda Prabowo, Gubernur Koster hingga Bupati Se-Bali Hadir

Sinar matahari bersinar terik, Sabtu (7/3) pukul 12.30, menyinari ribuan kepala yang berada di depan Puri Agung Gianyar,

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
PALEBON - Suasana Palebon Ida Bhagawan Blebar Gianyar atau Anak Agung Gde Agung Bharata dari Puri Agung Gianyar, Sabtu (7/3). 

TRIBUN-BALI.COM  - Sinar matahari bersinar terik, Sabtu (7/3) pukul 12.30, menyinari ribuan kepala yang berada di depan Puri Agung Gianyar, mengiringi prosesi plebon (kremasi) Ida Bhagawan Blebar Gianyar atau Anak Agung Gde Agung Bharata. Suasana plebon berjalan magis, dengan berbagai iring-iringan kesenian Bali yang dibawakan warga Gianyar.

Selain masyarakat adat, sejumlah tokoh politik pun hadir. Salah satu tamu kehormatan yang hadir ialah Prananda Prabowo yang merupakan anak dari Presiden Indonesia ke 5, Megawati Soekarnoputri. Prananda hadir didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. 

Terdapat juga Bupati se Bali, yakni selain Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, tampak juga Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakilnya I Wayan Diar, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa beserta wakilnya, Bagus Alit Sucipta, Bupati  Jembrana dan wakilnya, Bupati Klungkung dan Wakilnya, serta Tabanan hanya dihadiri wakil bupatinya.

Baca juga: Rekomendasikan Giri Prasta Pimpin KONI Bali, Sarana dan Prasarana Olahraga di Klungkung Masih Minim

Baca juga: V dan S Terancam Satu Tahun Penjara, Polisi Pastikan Uang Palsu Hanya Beredar di 2 Warung

Selain itu, plebon ini juga dihadiri Ketua DPRD se Bali, mulai dari Gianyar, Bangli, Jembrana, Karangasem dan sebagainya. Selain tokoh politik, tampak hadir juga pengusaha sukses Bali, salah satunya pemilik Restoran Bebek Tepi Sawah, Jro Dukuh Nyoman Sumerta. 

Plebon ini menggunakan petulangan lembu putih, Nagabanda dan Padmasari. Diarak oleh Krama adat seputaran Puri Agung Gianyar. Tiga petulangan ini digotong dari depan Puri hingga ke Setra Adat Beng dengan jarak sekitar 1 kilometer. 

Perjalanan petulangan menuju setra atau kuburan sempat tersendat akibat Nagabanda yang mengalami perubahan berat. Yakni bertanya bertambah berkali-kali lipat dibandingkan sebelum diupacarai.

Pengarakan Nagabanda ini pun akhirnya sampai di setra setelah mendapat tenaga tambahan. "Pengarak lembu yang sudah sampai di kuburan, diminta untuk membantu pengarak Nagabanda akhirnya Nagabanda bisa sampai di kuburan," ujar warga di lapangan. 

Dalam momen Rajadewata menuju kuburan, para tokoh politik tersebut duduk di atas bale bengong di luar puri, mereka memberikan semangat untuk krama yang tengah mengatakan petulangan. 

Tak hanya politikus, para pejabat dan pensiunan Pemkab Gianyar juga hadir, membantu dan memberikan penghormatan pada almarhum. Bahkan ketika momen Rajadewata (jenazah) Ida Bhagawan Blebar Gianyar hendak dinaikan ke atas Padmasari, anggota Satpol PP Gianyar berbaris rapi dan memberi hormat. 

Begitu juga ketika Rajadewata akan dikremasi di atas lembu putih, dilakukan oleh pejabat dan pensiunan pejabat Pemkab Gianyar. Rasa hormat para pejabat ini, tak terlepas dari selama masa hidupnya, Ida Bhagawan pernah menjabat Bupati Gianyar dua periode yang berlaku adil pada setiap PNS kala itu.

Adik Ida Bhagawan, Anak Agung Gde Mayun mengucap terimakasih pada semua pihak yang telah menyukseskan jalannya prosesi Plebon Ida Bhagawan Blebar Gianyar. “Saya bersyukur dan haru atas segenap bantuan masyarakat, teman, dan semua yang hadir untuk menyukseskan prosesi ini.” ujarnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved