Berita Gianyar
Gianyar Kekurangan Kambing Kurban, Separuh Pasokan Idul Adha Datang dari Luar Daerah
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kabupaten Gianyar, Bali kembali menghadapi persoalan klasik, yakni kekurangan kambing kurban.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kabupaten Gianyar, Bali kembali menghadapi persoalan klasik, yakni kekurangan kambing kurban.
Dari kebutuhan sekitar 350 ekor kambing setiap tahun, peternak lokal hanya mampu memenuhi sekitar separuhnya.
Sisanya terpaksa didatangkan dari luar daerah seperti Jembrana, Klungkung, dan Tabanan.
Kondisi ini menjadi gambaran bahwa kebutuhan hewan kurban di Gianyar terus tinggi, sementara populasi kambing lokal masih terbatas.
Baca juga: Jamin Keamanan Idul Adha 1447 H, Pemprov Bali Perketat Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Plt Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Dwitemaja, Senin 25 Mei 2026 mengungkapkan peternakan kambing di Gianyar masih minim dan tersebar di beberapa wilayah tertentu.
“Peternak kambing masih didominasi di Desa Pering, Saba, dan Keramas. Ada juga di Payangan dan Tegalalang, tetapi jumlahnya kecil,” ujarnya.
Hingga kini, jumlah kambing kurban yang tercatat masuk ke Gianyar baru sekitar 144 ekor. Namun angka itu diperkirakan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan kurban karena sebagian besar pasokan biasanya datang pada H-1 Idul Adha.
Belajar dari tahun sebelumnya, jumlah kambing yang dipotong saat Idul Adha di Gianyar mencapai sekitar 350 ekor.
Baca juga: Disperpa Badung Tuntaskan Vaksinasi PMK Jelang Perayaan Idul Adha
Tahun ini, kebutuhan diprediksi tidak jauh berbeda.
Di balik tingginya permintaan tersebut, populasi kambing di Gianyar ternyata masih berada di bawah seribu ekor.
Data Dinas Pertanian mencatat populasi kambing pada 2024 sebanyak 921 ekor, meningkat dari 891 ekor pada 2023. Kenaikannya pun relatif lambat, hanya sekitar 50 ekor per tahun.
Ironisnya, populasi kambing terbanyak justru berada di wilayah Gianyar selatan, padahal wilayah utara dinilai jauh lebih potensial untuk pengembangan peternakan karena ketersediaan pakan alami yang melimpah.
“Di Gianyar utara banyak potensi pakan yang belum dimanfaatkan, mulai dedaunan hingga hijauan di tegalan,” jelas Dwitemaja.
Baca juga: Distan Denpasar Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban Idul Adha Mulai 19 Mei 2026
Ia menilai beternak kambing bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menjanjikan, terutama bagi anak muda maupun rumah tangga.
Selain permintaan stabil untuk kebutuhan kuliner, pasar kambing selalu meningkat drastis menjelang Idul Adha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seorang-peternak-kambing-di-kawasan-Kecamatan-Blahbatuh-Gianyar.jpg)