Sampah di Bali
3 Ton Sampah Dikumpulkan dari Pesisir, Gotong Royong Bersihkan Kiriman dan Libatkan Anak Sekolah!
Adalah sampah kiriman yang sebelumnya mengotori sejumlah titik pesisir pantai di Jembrana.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Satu per satu sampah di pesisir Pantai Karang Impian wilayah Desa Adat Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya dikumpulkan, Kamis (27/10). Adalah sampah kiriman yang sebelumnya mengotori sejumlah titik pesisir pantai di Jembrana. Dari pantai ini, total ada tiga ton sampah yang berhasil dikumpulkan yang kemudian dibawa ke TPA Peh.
Menurut informasi yang diperoleh, kegiatan gotong royong ini tidak hanya melibatkan unsur gabungan seperti pemerintah, TNI, Polri dan warga desa adat, namun juga melibatkan siswa sekolah. Sampah kiriman yang mengotori pantai tersebut kemudian dipilah dan dikumpulkan sesuai jenisnya yakni organik dan anorganik.
"Kemarin diinisiasi oleh kecamatan kemudian dilakukan gotong royong melibatkan semua unsur termasuk anak sekolah juga," ungkap Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda saat dikonfirmasi, Kamis (27/11).
Baca juga: 22 Titik Pemotongan Babi Diawasi Ketat, Pastikan Daging Babi Aman Konsumsi Jelang Hari Raya Kuningan
Baca juga: BENAHI Infrastruktur Jalan hingga Tingkatkan Layanan RSUD, Sepakati Pinjaman Daerah Rp229 Miliar
Dia menyebutkan, selama hampir dua jam pelaksanaan, tim gabungan berhasil mengumpulkan sedikitnya tiga ton sampah. Rinciannya, sekitar satu ton sampah anorganik dan dua ton sampah organik. Untuk sampah anorganik dikirim langsung ke TPA Peh di Kecamatan Negara.
"Kalau yang organik kita kumpulkan dan ditarik ke pinggir," katanya.
Dia menyebutkan, sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan didominasi sampah plastik bungkus makanan dan juga botol minuman plastik. Pihaknya mengakui meskipun terjadi secara musiman, mereka tak pernah tahu asal muasal sampah tersebut.
"Kami harap kedepannya pemandangan seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Peran semua masyarakat sangat penting untuk memerangi dan mengelola sampah dengan bijak untuk lingkungan yang lebih sehat," tandasnya.
Untuk diketahui, sejumlah titik pesisir pantai wilayah Jembrana mulai dikotori oleh sampah kiriman sejak beberapa hari belakangan ini. Fenomena ini disebut terjadi secara musiman atau setiap tahun ketika musim hujan. Namun begitu, belum diketahui asal muasal sampah kiriman tersebut berasal dari mana.
Dari informasi yang dihimpun, sampah kiriman yang ada didominasi oleh sampah plastik seperti bungkus makanan ringan, botol air mineral, hingga kemasan makanan berbahan sterofoam. Sampah tersebut menunjuk di pesisir pantai. Beberapa di antaranya adalah seperti di pesisir Pantai Melaya dan Pantai Gilimanuk sebelah barat.
"Ini (sampah kiriman) sudah ada semingguan (satu pekan)," kata warga Desa Melaya memberikan informasi. (mpa)
Didominasi Sampah Plastik
Menurutnya, fenomena munculnya sampah kiriman ini memang kerap terjadi ketika sedang musim penghujan. Jika dilihat, sampah-sampah yang memenuhi bibir pantai Desa Melaya sebagian besar merupakan sampah plastik.
Baik berupa botol air mineral, botol minuman manis, bungkus makanan ringan hingga bungkus makanan berbahan sterofoam serta lainnya. (mpa)
| SOLUSI Aksara Pirolisis: Made Hiroki Mulai Rakit Mesin Pengolah Sampah Revolusi Penanganan Limbah |
|
|---|
| Jelang Penutupan TPA Suwung Bali, Denpasar Target Tangani 900 Ton Sampah Per Hari |
|
|---|
| DLHK Badung Salurkan 90 Ribu Tong Komposter Untuk Tangani Sampah Rumah Tangga, Target 141 Ribu KK |
|
|---|
| 41 Persen Sampah Bersumber dari Horeka, Gubernur Koster Minta Pelaku Usaha Kelola Sampah Mandiri |
|
|---|
| WH Didenda Rp 300 Ribu, 4 Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Disidang Tipiring di Pengadilan Negeri IA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/3-Ton-Sampah-Kiriman-di-Pesisir-Pantai-Karang-Jembrana-Bali.jpg)