LSD di Bali
Sebaran Virus di Jembrana Meluas, 22 Sapi di Jembrana dan Mendoyo Suspek LSD
Sebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) di Jembrana meluas. Sebanyak 22 ekor ternak sapi suspek (dicurigai) terjangkit tersebar
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Gejala Penyakit LSD pada Hewan (Sapi/Kerbau)
1. Gejala Awal
• Demam tinggi (bisa mencapai 40–41°C)
• Lesu, nafsu makan menurun
• Penurunan produksi susu secara drastis
• Pembengkakan kelenjar getah bening
2. Gejala Khas
• Benjolan keras (nodul) di kulit
Ukuran bervariasi, bisa sebesar kelereng hingga telur
• Benjolan muncul di:
• Kepala
• Leher
• Kaki
• Ambing
• Ekor dan punggung
• Nodul bisa:
• Pecah
• Terinfeksi bakteri sekunder
• Menyebabkan luka terbuka
3. Gejala Lanjutan / Berat
• Pincang karena luka di kaki
• Infeksi sekunder
• Penurunan berat badan ekstrem
• Kemandulan sementara
• Kematian (terutama pada pedet atau sapi lemah)
Cara Penularan LSD
• Melalui serangga penghisap darah:
• Lalat
• Nyamuk
• Caplak
• Kontak langsung antar hewan (lebih jarang)
• Peralatan kandang yang terkontaminasi (*)
Berita lainnya di LSD di Jembrana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jembrana-Bali-Terima-Laporan-22-Ekor-Sapi-Suspek-LSD-Petugas-Ambil-Sampel.jpg)