Arus Mudik
Belasan Pemudik Pingsan, Kelelahan Antre Menuju Pelabuhan Gilimanuk
Sebanyak 16 orang pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan mengantre di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Koordinasi dilakukan dengan TNI, Polri, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan serta para pemangku kepentingan di lapangan.
Pemkot juga membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang. Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Ia menyebutkan, berdasarkan data di lapangan, pergerakan pemudik sudah mulai terlihat sejak 12 Maret. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret, atau sehari sebelum malam Pangerupukan.
Selain itu, Terminal Ubung juga disiapkan sebagai titik layanan bagi pemudik. Bagi penumpang yang tercecer atau mengalami kendala di perjalanan, baik dari angkutan umum maupun angkutan barang yang mengalami kerusakan di jalan, dapat memanfaatkan fasilitas di terminal tersebut.
Bahkan, jika terdapat angkutan barang yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kerusakan, pihaknya menyiapkan alternatif pengangkutan melalui armada penumpang dengan sistem kargo agar distribusi tetap berjalan.
“Kami menyiapkan pelayanan terpadu di Terminal Ubung. Jika ada kendaraan mogok atau penumpang yang tertinggal, bisa datang ke terminal. Termasuk untuk angkutan barang kebutuhan pokok yang mengalami kendala, bisa kami bantu melalui sistem kargo,” jelasnya.
Dishub Kota Denpasar juga memastikan pelayanan tetap siaga selama rangkaian Hari Suci Nyepi.
Truk Sumbu Tiga Dihentikan Sementara
Antrean kendaraan mengular menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu (14/3) memaksa Polda Bali melakukan langkah darurat untuk memecah kebuntuan arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Puncak arus mudik yang telah diprediksi ini membuat ribuan kendaraan pribadi dan truk logistik terjebak dalam kepadatan yang memanjang hingga ke wilayah Desa Sumber Sari, Kabupaten Jembrana.
Laporan dari personel Satgas Kamseltibcarlantas Ops Ketupat Agung-2026 mencatat kepadatan arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda empat milik pemudik yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
Menyikapi situasi yang terus menekan, personel Polda Bali bersama Polres Jembrana dan instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur utama guna memastikan perjalanan tetap terkendali.
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol Soelistijono, selaku Karendal Ops Ketupat Agung-2026, memberikan atensi khusus pada titik-titik krusial seperti Terminal Kargo Gilimanuk.
Ia memerintahkan seluruh personel yang tergelar di jalur utama Denpasar-Gilimanuk untuk mengambil langkah strategis dalam mengendalikan volume kendaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-saat-sejumlah-pemudik-yang-pingsan-saat-dalam-antrean-589.jpg)