Arus Mudik
Belasan Pemudik Pingsan, Kelelahan Antre Menuju Pelabuhan Gilimanuk
Sebanyak 16 orang pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan mengantre di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Salah satu kebijakan tegas yang diambil adalah penghentian sementara operasional truk sumbu tiga.
“Langkah ini diambil dengan mengalihkan truk besar, terutama yang dalam kondisi kosong, masuk ke kantong-kantong parkir yang telah kami siapkan,” kata dia.
“Tujuannya agar jalur utama tidak semakin terbebani dan memberikan ruang bagi kendaraan pemudik,” imbuh Kombes Pol Soelistijono.
Langkah penguraian ini tidak hanya bertumpu di wilayah Jembrana. Karo Ops Polda Bali juga menginstruksikan jajaran Polresta Denpasar, Polres Badung, dan Polres Tabanan untuk melakukan penyaringan kendaraan serupa di wilayah masing-masing.
Koordinasi lintas wilayah ini bertujuan agar beban arus yang bermuara di Gilimanuk dapat terbagi dan tidak menumpuk secara drastis dalam satu waktu.
Pengaturan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Masa Angkutan Lebaran Tahun 2026.
Di sisi operasional pelabuhan, Polres Jembrana telah berkoordinasi erat dengan pihak ASDP untuk mempercepat sirkulasi kapal.
Sistem TBB kini resmi diterapkan secara intensif. Melalui skema ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang akan langsung melakukan proses bongkar muat dan segera kembali berlayar menuju Gilimanuk tanpa menunggu waktu lama, demi memangkas durasi tunggu pemudik.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Agung-2026, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kooperatif selama berada dalam antrean.
Ia menekankan bahwa kehadiran petugas di lapangan adalah untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik agar mengikuti petunjuk dan pengaturan yang diberikan petugas di lapangan,” ujarnya.
“Upaya rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman,” sambung Kombes Ariasandy.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah mulai lelah. Memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta menjaga kesabaran di tengah kepadatan menjadi kunci utama agar arus mudik tahun ini tetap aman.
“Kerja sama antara masyarakat dan petugas sangat dibutuhkan agar perjalanan jauh ini tidak berakhir dengan kelelahan yang berisiko bagi keselamatan,” pungkasnya.
Bongkar Muat di Padangbai Dipercepat
Sementara itu, peningkatan jumlah penumpang jelang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri mulai terpantau di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Minggu (15/3/2026).
Menghindari antrean panjang di pelabuhan, aktivitas bongkar muat di dermaga dipercepat.
Antrean cukup panjang tampak di Pelabuhan Padangbai, Minggu (15/3).
Meskipun panas matahari terasa menyengat, para penumpang yang hendak menyebrang ke Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) tampak tetap antusias untuk menunggu giliran naik ke atas kapal.
Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai, I Ketut Sugiartono mengatakan, peningkatan penumpang mulai terpantau sejak Sabtu (14/3/2026) malam.
“Arus mudik sudah mulai menunjukan peningkatan dari Sabru malam (14/3). Normalnya dari 13 kali trip (keberangkatan), meningkat jadi 15 kali trip,” ujar Sugiartono, Minggu (15/3/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan antrean, bongkar muat juga dipercepat dari yang awalnya 2,5 jam menjadi 1,5 jam.
“Bongkar muat kami percepat, agar terurai tidak ada kemacetan,” ungkapnya.
Meskipun telah adanya peningkatan aktivitas penyebrangan, pihaknya belum dapat memastikan kapan puncak arus mudik tahun ini. “Kami belum bisa pastikan puncak dari arus mudik tahun ini, yang pasti sudah menunjukan peningkatan arus penumpang sejak malam kemarin,” ungkapnya.
Terkait kesiapan armada saat mudik, total terdapat 26 armada kapal yang melayani rute Pelabuhan Padangbai-Lembar (NTB).
Dari jumlah itu, 5 di antaranya masih docking atau perawatan. Sehingga ada 21 kapal yang dimaksimalkan untuk melayani penyebrangan selama mudik tahun ini.
“Kami tetap koordinasi dengan BPTD di NTB, kami sesuaikan nanti apakah perlu penambahan armada atau tidak,” tandasnya. (*)
Berita lainnya di Arus Mudik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-saat-sejumlah-pemudik-yang-pingsan-saat-dalam-antrean-589.jpg)