Arus Mudik
Belasan Pemudik Pingsan, Kelelahan Antre Menuju Pelabuhan Gilimanuk
Sebanyak 16 orang pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan mengantre di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Di sisi lain, personel kepolisian juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik.
Seperti di Pos Pelayanan Kesehatan yang berada di Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, serta sepanjang antrean sepeda motor di depan kawasan pertokoan Gilimanuk.
Tim Dokkes yang terdiri dari empat personel memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada para pemudik yang membutuhkan penanganan medis.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik, pengecekan tanda vital, serta memberikan terapi sesuai dengan indikasi medis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pemudik tetap terjaga selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui Kasi Humas Polres Jembrana Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan pelayanan kesehatan bagi pemudik merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik berlangsung.
“Polres Jembrana melalui tim Dokkes terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Gilimanuk. Kami ingin memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan,” kata dia.
“Apabila masyarakat merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan, kami mengimbau agar segera memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan para pemudik agar tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan, cukup beristirahat, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan, mengingat kepadatan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk cukup tinggi.
“Satu pesan lagi agar pemudik tidak menyerobot kendaraan lain saat terjadi antrean. Itu bisa memicu penumpukan kendaraan lebih parah. Kami mohon tertib dan ikuti arahan petugas di lapangan,” kata dia.
Mudik Sebelum 18 Maret
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus dapat merayakan Idulfitri dengan lancar.
Namun, pada tahun ini arus mudik bertepatan dengan rangkaian hari suci Nyepi di Bali. Sehingga pemudik diimbau mudik sebelum tanggal 18 Maret.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari kondisi pengemudi, kendaraan, hingga transportasi laut.
Pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi seperti KSOP, TNI, Polri serta jajaran pemerintah kota untuk memastikan arus mudik berjalan dengan baik.
“Karena berbarengan dengan rangkaian Nyepi, kami mengimbau agar mudik tidak dilakukan pada tanggal 18 Maret. Pada hari itu ada kegiatan Pangerupukan dan persiapan ogoh-ogoh. Harapannya semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap aman serta nyaman,” kata Jaya Negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-saat-sejumlah-pemudik-yang-pingsan-saat-dalam-antrean-589.jpg)