Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Idul Adha 2026

Sapi Bali Warga Jembrana Dibeli Presiden, "Arjuna" Selalu Mandi Air Hangat

Wajah Ni Ketut Suartini (48) nampak semringah ketika ditemui di kandang ternak sapinya di Banjar Sumbersari

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
SAPI - Ni Ketut Suartini saat berpose dengan sapinya yang berbobot 680 kilogram yang dibeli Presiden di kandang ternak miliknya di Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu 17 Mei 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Wajah Ni Ketut Suartini (48) nampak semringah ketika ditemui di kandang ternak sapinya di Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu 17 Mei 2026.

Adalah peternak yang sapinya dibeli oleh Presiden RI untuk hewan kurban rangkaian Hari Idul Adha 2026.

Sapi yang diberi nama "Arjuna" saat ini memilki bobot sekitar 680 kilogram.

Sapi Bali tersebut rencananya akan diberikan ke warga di wilayah Banjar Melaya Krajan, Desa Melaya.

Baca juga: MODAL Rp11 Juta, Sapi Peliharaan Ketut Sukata di Buleleng Dibeli Presiden Senilai Rp162,4 Juta

Suartini mengakui sangat gembira ketika sapi jumbo peliharaannya dilirik dan dibeli oleh Presiden RI untuk hewan kurban Idul Adha 2026.

Mengingat, ini menjadi momen pertama kalinya ternak miliknya dibeli Presiden.

"Ini pertama kalinya (dibeli Presiden). Ya sangat senang sekali. Peternak itu pasti punya semangat kalau sapinya sampai dibeli Presiden. Ini bisa jadi motivasi untuk peternak lain juga," ungkapnya dengan semringah. 

Pemilik Tiga Saudara Farm ini menuturkan, dirinya mulai membangun usaha ternak sapi ini sejak tahun 2001 silam.

Baca juga: PENGIRIMAN April Melonjak 9.870 Ekor, Permintaan Naik, Harga Sapi Peternak di Buleleng Tetap Murah

Awalnya ia hanya memiliki beberapa ekor sapi saja. Hingga akhirnya, di tahun 2020 lalu ia sudah banyak memiliki ternak dan mulai melakukan penggemukan untuk sapi khususnya Sapi Bali atau yang dikenal sapi jumbo.

Sejak saat itu, setiap tahunnya ia selalu menjual sapi Bali untuk hewan kurban sebagai perayaan Idul Adha. Bobotnya pun lumayan besar, bahkan salah satunya mencapai 780 kilogram.

Saat itu, sapi miliknya hanya dikirim ke Jakarta. 

Untuk tahun 2026 ini, kata dia, untuk pertama kalinya pemerintah melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana meminta sapi milik ya dibeli oleh Presiden RI.

Baca juga: Hendak Dikirim ke Lampung, 25 Sapi Tertahan di Gilimanuk Bali Karena Dokumen Palsu

Memang sejatinya, kandang ternak miliknya sudah diketahui oleh petugas peternakan saat proses validasi atau penyuluhan tentang ternak di Gumi Makepung. 

"Awalnya tahu petugas dari dinas saat nyuntik-nyuntik. Mungkin dari mulut ke mulut akhirnya mereka mengetahui saya juga peternak sapi besar," ungkap perempuan yang meneruskan usaha warisan rintisan dari almarhum suaminya ini.

Setelah proses panjang seperti survei hingga negosiasi, pemerintah sepakat untuk membeli sapi miliknya. Sapi yang ia namai "Arjuna" tersebut memiliki berat sekitar 650 kilogram saat menjalin kesepakatan dengan pemerintah.

Namun, kini bobotnya diperkirakan kembali bertambah hingga sekitar 680 kilogram.

Lalu apa treatment atau perawatan yang diberikan Suartini kepada ternaknya hingga bisa cepat membesar?

Ibu tiga anak ini menyebutkan memang memiliki treatment tersendiri. Ia memiliki jurus rahasia agar sapi Balinya tersebut tumbuh besar dengan cepat. 

Hal ini terbukti dari sapi yang ia beli tiga tahun lalu hanya memiliki bobot sekitar 75-80 kilogram alias masih kurus. Saat itu, ia membeli ternak tersebut di wilayah Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Dengan segudang pengalaman, ia kemudian memelihara atau merawat sapinya dengan sangat telaten dengan pola perawatan khusus. 

Makanan yang diberikan tak hanya hijauan, Arjuna juga mendapatkan tambahan makan pendukung seperti ampas tahu dan polar.

Setelah memasuki ukuran besar, pakan ditambah konsentrat untuk menunjang pertumbuhan bobot.

Tak hanya itu, minum sapi juga diperhatikan secara detail. Arjuna diberi minum dua kali sehari dengan campuran satu genggam garam agar kondisi kaki tetap kuat menopang berat tubuhnya.

Begitu juga dengan perawatan fisik pun dilakukan rutin. Arjuna dimandikan menggunakan air hangat yang dicampur garam, lalu dibersihkan memakai sabun agar bulunya tetap bersih dan mengkilap.

"Perawatannya memang khusus. Setiap bangun tidur saya utamakan sapi dulu, urusan dapur belakangan. Kita juga harus mengerti ternak kita agar pertumbuhannya maksimal," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Sapi Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved