Berita Jembrana
Banjar Smart Hub Diluncurkan di Jembrana, Urus Administrasi hingga Bayar Pajak Kini Lewat Smartphone
Program ini menerapkan sistem insentif dan disinsentif agar pengelolaan sampah menjadi adil, mendidik
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan resmi melaunching inovasi Banjar Smart Hub, Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Bali, Jumat 29 Mei 2026.
Adalah inovasi pelayanan publik digital yang bisa diakses hanya lewat aplikasi smartphone.
Dengan ini, warga kini bisa dengan mudah mengurus administrasi, mengakses layanan publik, hingga melakukan transaksi keuangan harian.
Ide inovatif tersebut merupakan buah pikiran dari Kelian Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, I Kadek Sri Rama Usmantara.
Baca juga: Berbaur dan Berbagai Momen Spesial HUT ke-51, Bupati Jembrana Bali Lesehan Bersama Anak Kurang Mampu
Inovasi teknologi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan administrasi, layanan publik, hingga transaksi finansial harian warga hanya dalam satu genggaman smartphone.
Bupati Kembang sangat mengapresiasi Kelian Banjar Warnasari Kelod beserta seluruh tokoh dan masyarakat yang telah menggagas, mendukung dan mempersiapkan lahirnya inovasi Banjar Smart Hub (BSH).
"Saya meyakini Banjar Smart Hub bukan sekedar inovasi. Ini adalah simbol keberanian untuk berubah, simbol kreativitas masyarakat bahwa kemajuan dapat lahir dari banjar, dan hari ini kita menyaksikan bahwa perubahan itu benar-benar dimulai dari bawah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat," ucap Bupati Kembang saat meluncurkan Banjar Smart Hub di Balai Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari.
Ke depan, kata dia, pihaknya menginginkan Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod ini agar menjadi contoh, menjadi inspirasi di seluruh banjar dan lingkungan di Kabupaten Jembrana.
"Yang tadinya sampah jadi masalah, di tempat ini sampah jadi berkah. Di banyak tempat sampah jadi masalah, maka dari itu saya ingin mengetuk Bapak Ibu sekalian, warga masyarakat, pimpinan-pimpinan di desa, pimpinan-pimpinan di Banjar, ayo mari kita tiru apa yang ada di Warnasari Kelod," tegasnya.
Sementara itu, Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara, menjelaskan peluncuran aplikasi ini lahir dari evaluasi terhadap kendala nyata yang dihadapi masyarakatnya sehari-hari.
“Peluncuran Banjar Smart Hub ini berawal dari permasalahan masyarakat. Warga kami kebanyakan berprofesi sebagai buruh, tukang, dan juga petani. Selama ini, saat warga mengakses layanan, jaraknya jauh karena harus ke kota, sehingga terkendala jarak, biaya, dan waktu," ungkap I Kadek Sri Rama Usmantara.
Selain masalah akses birokrasi, kata dia, inovasi ini juga hadir untuk menanggulangi isu lingkungan.
"Permasalahan sampah di banjar kami itu cukup tinggi. Walaupun banjar kami berlokasi di pedesaan, sampah ini sudah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Untuk itu kami berupaya menjadikan Banjar ini sebagai pusat layanan terpadu," tambahnya.
Melalui Banjar Smart Hub, warga yang membawa sampah yang telah dipilah ke banjar dapat sekaligus mengakses layanan kependudukan hingga membayar pajak. Program ini menerapkan sistem insentif dan disinsentif agar pengelolaan sampah menjadi adil, mendidik, dan memberikan manfaat nyata.
Warga akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas bernilai ekonomi, seperti tabungan emas, tabungan hari tua, pembayaran listrik, air, Samsat, tagihan lainnya, serta akses ke Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Banjar-Smart-Hub-Diluncurkan-di-Jembrana-Urus-Administrasi-hingga-Bayar-Pajak-Kini-Lewat-Smartphone.jpg)