Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Makan Bergizi Gratis

KURANG 7 SPPG di Karangasem untuk Program MBG, Simak Penjelasannya 

Meski demikian, jumlah fasilitas layanan gizi di Karangasem terus bertambah seiring berjalannya pembangunan SPPG di sejumlah titik.

ISTIMEWA
SPPG – Kondisi SPPG yang disiapkan di Desa Pertima di Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Selasa (15/10). 

TRIBUN-BALI.COM - Sementara itu, Kabupaten Karangasem hingga kini masih kekurangan sekitar tujuh SPPG untuk mendukung program MBG.

Meski demikian, jumlah fasilitas layanan gizi di Karangasem terus bertambah seiring berjalannya pembangunan SPPG di sejumlah titik.

Salah satu SPPG yang sedang disiapkan berada di Desa Pertima, Kecamatan/Kabupaten Karangasem yang dibangun Yayasan Merta Bali Mesari. Fasilitas tersebut nantinya akan melayani sekitar 3.500 penerima manfaat di Kecamatan/Kabupaten Karangasem.

Ketua Yayasan Merta Bali Mesari, I Ketut Wisnana mengatakan, pembangunan SPPG yang bermitra dengan BGN telah melalui proses panjang sejak Agustus 2025.

Baca juga: TPST Kesiman Kertalangu & Tahura Ngurah Rai 2 akan Diubah Jadi PDU, Kapasitas Pengelolaan 50-100 Ton

Baca juga: UTSAWA Dharma Gita ke-32 Siap Digelar, Disbud: Seluruh Kabupaten & Kota Se-Bali Agar Ambil Bagian

“Proses verifikasi sudah dilakukan sejak Agustus. Setelah mendapatkan informasi dari BGN, kami diberi waktu sekitar 1 bulan 15 hari untuk menyelesaikan pembangunan di atas lahan seluas 400 meter persegi. Waktunya cukup singkat, jadi kami bekerja keras, dan akhirnya bisa rampung dalam dua bulan,” ujar Wisnana, Selasa (15/10).

Menurutnya, SPPG di Desa Pertima itu merupakan salah satu dari lima unit yang sudah dibangun di Karangasem.

Dua di antaranya berlokasi di Pertima dan Seraya yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir. “Untuk Seraya masih proses finishing, sedangkan di Jasri (Kelurahan Subagan, Kecamatan/Kabupaten Karangasem) ini sudah 100 persen selesai, tinggal tahap verifikasi kelengkapan,” kata dia.

Dalam pengoperasiannya nanti, SPPG tersebut akan melibatkan 47 tenaga kerja, termasuk tiga tenaga dari pusat yang terdiri atas ahli gizi dan akuntan.

Saat ini, pihak yayasan juga tengah melengkapi sejumlah persyaratan seperti sertifikat halal, surat sanitasi, dan uji kelayakan air. “Untuk air, kami pastikan menggunakan air mineral kemasan sesuai standar Kesehatan,” tegasnya.

SPPG ini nantinya akan melayani 20 sekolah penerima manfaat. Wisnana berharap, setelah tahap verifikasi akhir pada November mendatang, layanan gizi ini dapat segera beroperasi penuh.

“Kalau semua berjalan lancar, kami siap membantu memperluas layanan SPPG di titik-titik lain di Karangasem. Saat ini masih kurang sekitar tujuh titik lagi,” kata dia. (ian/mit)


Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved