Berita Karangasem
Warga Keluhkan Pelayanan di RSUD Karangasem Bali, Tidak Ada CT-Scan & Dokter Spesialis Bedah Saraf
RSUD Karangasem belum memiliki dokter spesialis bedah saraf, untuk menangani kasus cedera kepala yang spesifik.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Video keluhan warga tentang pelayanan di RSUD Karangasem viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tersebut, disebutkan seorang pasien kecelakaan dengan kondisi cedera kepala, tidak kunjung dirujuk dari dini hari hingga sore.
Padahal di RSUD Karangasem tidak ada dokter spesialis bedah saraf dan fasilitas CT-Scan.
Dalam rekaman video itu disebutkan, pasien telah dibawa ke RSUD Karangasem sejak pukul 02.00 Wita, setelah mengalami jatuh dan kepala terbentur.
Baca juga: TEWAS Sebelum Sampai di RSUD Karangasem, Supadmi Tabrak Truk di Depan Depo Pertamina Antiga
Namun hingga sore hari, pasien disebut belum mendapatkan kepastian penanganan maupun rujukan ke rumah sakit lain.
“Rumah sakit besar, tapi perawatan nggak ada, pelayanan dokter juga nggak ada. Omongannya mau dirujuk, tapi sampai sekarang tidak dirujuk,” ujar keluarga pasien dalam video tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi RSUD Karangasem, pasien tersebut diketahui merupakan warga asal Kecamatan Selat, yang mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal setelah menabrak pohon tumbang, Selasa 16 Desember 2025.
Pasien tiba dengan kondisi penurunan kesadaran, mual muntah disertai darah, serta luka di bagian belakang kepala.
"Pasien merupakan rujukan Puskesmas Selat yang masuk ke UGD RSUD Karangasem pada pukul 03.20 Wita," tulis pihak RSUD Karangasem melalui keterangan resminya, Kamis 18 Desember 2025.
Pasien kemudian diterima di ruang perawatan sekitar pukul 07.10 Wita, dan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter jaga serta dokter bedah.
Tim medis melakukan observasi ketat, pemeriksaan laboratorium, serta USG FAST
(Focused Assessment with Sonography for Trauma) untuk memastikan ada atau tidaknya perdarahan internal. Mengingat tidak adanya fasilitas CT-Scan di RSUD Karangasem, Bali.
Pasien sempat menjalani perawatan, dan dilakukan evaluasi intensif. Namun sore hari kondisi pasien memburuk.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan, petugas medis memutuskan pasien perlu dirujuk ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan bedah saraf.
Selama ini, RSUD Karangasem memang belum memiliki dokter spesialis bedah saraf, untuk menangani kasus cedera kepala yang spesifik.
Namun dalam prosesnya, rujukan tersebut masih harus menunggu persetujuan dari rumah sakit tujuan, yakni RSUD Klungkung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Viral-Warga-Keluhkan-Pelayanan-di-RSUD-Karangasem-Bali-Tidak-Ada-CT-Scan-dan-Dokter.jpg)