Nyepi 2026
Anggaran Terbatas, Karangasem Pilih Tak Gelar Lomba Ogoh-ogoh
Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran daerah, yang belum memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan berskala kabupaten.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem kembali memastikan tidak menggelar lomba ogoh-ogoh pada perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini.
Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran daerah, yang belum memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan berskala kabupaten.
“Untuk tahun ini, kami belum bisa menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, Kamis (19/2).
Menurutnya selama ini lomba ogoh-ogoh di Karangasem memang bukan agenda rutin pemerintah kabupaten. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar, namun difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Kamadana, Rasio KPMM Kurang dari 12 Persen, Tata Kelola Masalah Serius
Baca juga: POLEMIK Urusan PBI BPJS Kesehatan, FSKMP Resmi Laporkan Jaya Negara ke Bareskrim Polri
Meski tanpa lomba, Surya Artha memastikan kreativitas generasi muda tetap mendapat perhatian. Pihaknya telah mengimbau desa adat agar mengalokasikan sebagian dana hibah tahunan, untuk mendukung kegiatan sekaa teruna-teruni, termasuk dalam pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar.
Dengan demikian, tradisi pembuatan dan pengarakan ogoh-ogoh saat malam pengerupukan tetap berjalan sebagaimana mestinya di masing-masing desa adat.
Pemkab berharap desa adat tetap memberi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menjaga semangat gotong royong menjelang Hari Raya Nyepi.
Surya Artha juga membuka kemungkinan lomba ogoh-ogoh dapat digelar pada tahun mendatang apabila kondisi anggaran sudah memungkinkan.
223 Ogoh-ogoh di Denpasar
Sementara itu, sebanyak 223 ogoh-ogoh di Kota Denpasar mengikuti lomba serangkaian Kasanga Festival (Kasanga Fest) tahun 2026. Ogoh-ogoh tersebut akan mulai dinilai pada 23 Februari 2026.
Sebanyak 223 ogoh-ogoh dari Sekaha Truna se-Kota Denpasar akan bersaing ketat untuk memperebutkan posisi 16 besar terbaik. 16 besar ini akan mengikuti pawai dan dipamerkan dalam Kasanga Fest.
Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, menjelaskan proses penilaian tahun ini akan dilakukan dengan menyambangi langsung setiap banjar.
“Persiapan teknis sudah matang. Tim juri yang terdiri dari praktisi, budayawan, dan akademisi filsafat akan menilai dari sisi estetika, budaya, hingga filosofi,” kata Angga Harta Yana, Kamis (19/2).
Proses penilaian lapangan akan berlangsung hingga 26 Februari 2026 mendatang. Tim juri akan memulai penyisiran dari wilayah Denpasar Timur yang memiliki peserta terbanyak yakni 67 peserta.
Disusul Denpasar Selatan dengan 56 peserta, Denpasar Barat 52 peserta, dan berakhir di Denpasar Utara dengan 48 peserta.
Terdapat sedikit perubahan mekanisme pada penilaian tahun ini. Jika sebelumnya penilaian awal ada pengangkatan ogoh-ogoh, kali ini penilaian difokuskan pada hasil karya statis di tempat. Performa atraksi akan dinilai sepenuhnya saat para finalis tampil di kawasan Catur Muka.
| Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Okupansi Rata-Rata di The Nusa Dua Capai 69 Persen |
|
|---|
| HIBAH Digantikan Uang Tunai, Hadiah Lomba Caka Fest Tunggu Anggaran Perubahan APBD 2026 |
|
|---|
| 4 Kelompok Pengguna Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh Penuhi Panggilan Satpol PP Denpasar |
|
|---|
| Dukung Kesejahteraan Sosial, BRI Bagi 1.000 Paket Sembako Serangkaian Nyepi di Desa Sarimekar |
|
|---|
| WNA Swiss Resmi Tersangka Pelecehan Agama Usai Sebut 'Fuck Nyepi' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-PUTU-EDDY-SURYA-ARTHA-wvcf.jpg)