Galungan dan Kuningan
Bupati Karangasem Gusti Putu Parwata: Galungan Sebagai Pengingat Nilai-nilai Kebaikan
Umat Hindu mempersembahkan tamiang dan endongan sebagai lambang perlindungan dan bekal spiritual
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dalam rangka menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan tahun 2025, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu 14 Juni 2026.
Ucapan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Bali yang selama ini dijunjung tinggi, sekaligus sebagai ajakan untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat rasa syukur di tengah masyarakat.
“Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan kami sampaikan kepada seluruh Krama Hindu di Kabupaten Karangasem dan di mana pun berada. Semoga perayaan ini membawa kebahagiaan dan kerahayuan bagi seluruh umat,” ujar Bupati Gus Par.
Dalam keterangannya, Bupati Gus Par menjelaskan, Galungan merupakan simbol kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan).
Baca juga: Galungan di Bali, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu Per Kg, Stok Babi di Denpasar Melimpah
Hal ini menjadi pengingat agar setiap insan senantiasa menegakkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa turut menyampaikan bahwa Galungan dan Kuningan juga merupakan momen untuk memperkuat sradha (iman) dan bhakti (pengabdian) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Perayaan ini tidak hanya ritual semata, tetapi menjadi waktu yang sangat baik untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan pikiran dan perbuatan, serta memperbaharui komitmen untuk hidup dalam ajaran Dharma,” terang Pandu.
Hari Kuningan yang jatuh sepuluh hari setelah Galungan, lanjut Pandu, merupakan puncak dari rangkaian perayaan, sekaligus simbol kepulangan roh leluhur ke alam asalnya.
Umat Hindu mempersembahkan tamiang dan endongan sebagai lambang perlindungan dan bekal spiritual, disertai rasa syukur dan harapan akan kedamaian.
“Kami berharap momentum ini bisa memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membawa Karangasem menuju masa depan yang AGUNG – Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Karangasem mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa syukur, ketulusan, dan semangat menjaga harmoni di tengah kehidupan bermasyarakat. (mit)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Karangasem-Gusti-Putu-Parwata-Galungan-Sebagai-Pengingat-Nilai-nilai-Kebaikan.jpg)