Tips Kesehatan
Waspada KLB Campak, IDAI: Kejar Imunisasi dan Tindakan Pencegahan Komprehensif
IDAI merekomendasikan enam langkah strategis yang menekankan tiga titik fokus untuk mengatasi masalah campak.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Vaksin MR yang digunakan di Indonesia telah melalui proses evaluasi ketat dan mendapatkan izin edar dari BPOM.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu membawa anaknya imunisasi. Jika ada pertanyaan atau keraguan, silakan konsultasikan dengan tenaga kesehatan terpercaya,” ajak Prof. Hartono.
Selain imunisasi lengkap, IDAI juga menekankan pentingnya tata laksana dan pengendalian infeksi.
“Dalam menangani campak, tata laksana bersifat suportif dan simptomatik karena belum ada antivirus spesifik. Namun ada satu intervensi yang sangat penting dan terbukti menurunkan angka kematian hingga 50 persen yaitu pemberian vitamin A sesuai rekomendasi WHO. Dosisnya adalah 50.000 unit untuk bayi di bawah 6 bulan, 100.000 unit untuk usia 6 bulan sampai 1 tahun, dan 200.000 unit untuk anak di atas 1 tahun, diberikan selama 2 hari berturut-turut,” jelas Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subsp IPT(K).
Ia menambahkan, untuk anak dengan gizi buruk atau komplikasi mata, dosis tambahan diberikan pada dua minggu berikutnya.
Selain itu, isolasi pasien sangat penting untuk mencegah penularan.
Pasien campak menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah ruam muncul.
“Di rumah sakit, pasien harus dirawat di ruang isolasi airborne dengan ventilasi baik, dan petugas kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai,” ucapnya.
IDAI menyerukan kepada seluruh orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah untuk bergerak bersama dalam upaya kejar imunisasi.
Tidak ada alasan untuk menunda lagi karena campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, bahkan kematian.
IDAI juga menginstruksikan seluruh dokter anak untuk meningkatkan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), terutama campak dan rubella dengan melaporkan setiap kasus ke dinas kesehatan setempat melalui sistem measles-case based surveillance.
“Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” ucap dr Piprim.
Aspek komunikasi dan edukasi masyarakat menjadi pilar penting dalam rekomendasi ini.
IDAI mendorong seluruh tenaga kesehatan baik dokter umum maupun dokter spesialis anak yang telah mengikuti pelatihan Immunization champion untuk aktif memberikan edukasi tentang bahaya campak dan komplikasinya yang dapat berakibat fatal, baik melalui praktik sehari-hari maupun media sosial.
Menurutnya kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-sakit-586.jpg)