Berita Tabanan
Polemik di UNESCO Jatiluwih, Mantan Bupati Tabanan: Ini Ancaman Serius
Polemik yang terjadi di kawasan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kendati demikian pihaknya juga turut mengapresiasi langkah Pansus TRAP DPRD Bali dalam mempertahankan keaslian kawasan tersebut.
"Saya mengapresiasi kerja Pansus TRAP DPRD Bali. Upaya mempertahankan warisan budaya Jatiluwih harus terus diperkuat," terangnya.
Pihaknya juga khawatir maraknya komersialisasi pariwisata, konflik kepentingan, dan tekanan pembangunan massif yang berpotensi mengubah wajah asli Jatiluwih.
Untuk diketahui, Pansus TRAP DPRD Bali menutup 13 bangunan yang melanggar jalur hijau dan sepadan jalan di kawasan Jatiluwih.
Penutupan dilakukan bersana Satpol PP Bali dengan memasangi polpp line didepan bangunan yang melanggar tata ruang Pemkab Tabanan.
Dengan penutupan itu pemilik bangunan dan sejumlah petani mulai protes dengan memasang puluhan seng di pundukan sawah mereka.
Selain itu juga membentangkan plastik sepanjang 40 meter di Jalan Subak Jatiluwih.
Untuk seng sendiri ada 30 seng dipasang di sekitar Warung Sunari yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP, kemudian, di sepanjang jalan subak sisi selatan warung juga ditancapkan 45 seng. (*)
Berita lainnya di DTW Jatiluwih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Bali-I-Nyoman-Adi-Wiryatama.jpg)