PDIP Bali
Bantah Isu “Buang Kader”, PDI Perjuangan Tabanan Tekankan Etika dan Loyalitas ke Partai
Kader PDI Perjuangan Tabanan I Made Edi Wirawan kini resmi bergabung ke PSI. Beredar kabar, bergabungnya ia ke PSI disebut-sebut karena "dibuang"
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Menurutnya, partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh bahwa loyalitas terhadap keputusan kolektif merupakan pondasi utama dalam sistem demokrasi berbasis partai.
"Dalam setiap kontestasi politik, keputusan partai adalah hasil musyawarah dan pertimbangan strategis. Jika setiap kader merasa bisa berjalan sendiri, maka partai kehilangan arah dan publik akan kehilangan kepercayaan," katanya.
Terkait langkah Edi Wirawan yang kemudian memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), PDI Perjuangan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak politik pribadi yang tidak dapat diintervensi.
Namun, hak tersebut tidak bisa digunakan untuk membalik fakta dan membangun narasi seolah-olah sanksi dijatuhkan tanpa dasar yang jelas.
"Pindah partai itu hak setiap warga negara. Tetapi jangan mengaburkan sebab-akibatnya. Sanksi dijatuhkan karena pelanggaran disiplin, bukan karena pilihan politik setelahnya," ujarnya.
PDI Perjuangan juga menegaskan bahwa sebagai partai ideologis, konsistensi sikap dan kepatuhan terhadap garis perjuangan merupakan nilai yang tidak bisa ditawar.
Ketegasan organisasi, menurut Putu Eka, justru menjadi indikator sehatnya sistem kepartaian.
"Partai yang sehat adalah partai yang berani menegakkan aturan, meskipun itu tidak populer. Kami ingin kader memahami bahwa politik bukan sekadar kendaraan kekuasaan, tetapi juga soal komitmen dan tanggung jawab," imbuhnya. (*)
Berita lainnya di PDI Perjuangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/DPC-PDI-Perjuangan-Kabupaten-Tabanan-I-Putu-Eka-Nurcahyadi-863.jpg)