TOPIK
Bencana Tanah Longsor di Gianyar
-
Polres Gianyar kembali menemukan kejanggalan terkait peristiwa rumah longsor, yang menewaskan tiga orang di perumahan Banjar Sasih, Desa Batubulan
-
Hari itu merupakan hari kelabu bagi Ni Nyoman Martini dan keluarga besar, empat korban tanah longsor yang menimpa satu keluarga di Perum Taman Beji
-
Kepergian empat orang terkasih dalam bencana longsor di Batu Bulan beberapa waktu lalu, menyisakah kesedian bagi keluarga, kerabat, termasuk warga.
-
Nyoman Sumiarna, kakek dari Made Oktara Dwi Palguna tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kehidupan menantu dan cicit-cicitnya
-
Kasus rumah roboh di Perumahan Taman Beji, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Denpasar berbuntut panjang.
-
Tulisan Tangan Korban Selamat Dalam Musibah Tanah Longsor di Gianyar, Made Oktara: Terima Kasih
-
Salah seorang perwakilan keluarga besar Made Oktara, yakni Putu Arianta (39), menyampaikan bahwa sampai saat ini pihak keluarga masih tidak menyangka
-
Empat orang tewas dan seorang dalam kondisi kritis setelah rumah tersebut amblas ke sungai sedalam sekitar 10 meter itu.
-
Setelah memakan waktu sekitar 7 jam, empat korban tewas dalam musibah tanah longsor di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih
-
Bencana tanah longsor di Gang Taman Beji, Banjar Sasih Batu Bulan, Gianyar, cukup membuat gempar warga Gianyar. Akan Ada Tersangka di Bencana Longsor?
-
tim evakuasi yang terdiri atas Basarnas, BPBD Gianyar, Kepolisian dan instansi terkait berhasil mengangkat empat korban yang tertimbun reruntuhan.
-
Soalnya suara gemuruh yang keras dan kuat membuat masing-masing warga berlari ke luar rumah sambil mengetahui apa yang terjadi.
-
BPBD Gianyar memastikan 4 korban tanah longsor di Gang Taman Beji, Banjar Sasih, Batu Bulan, Gianyar meninggal dunia
-
Pria yang merupakan kepala keluarga ini langsung dievakuasi menuju RS Dharma Yadnya.
-
Dirinya menjelaskan, awal kejadian dikira gempa karena pagar tiba-tiba bergoyang namun ternyata rumahnya roboh.
-
Dari keterangan Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Digjaya mengatakan ada enam korban, beruntung satu korban selamat.