Dharma Wacana

Makna Filosofi Purnama Kapat, ‘Titik Nol’ Hingga 21 Oktober

Selain itu, Purnama Kapat ini juga disebut dengan suba dewasa atau hari yang sangat baik selain Purnama Kedasa.

Makna Filosofi Purnama Kapat, ‘Titik Nol’ Hingga 21 Oktober
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

Titik nol itu adalah simbol daripada sunya (tidak ada) atau niskala. Keadaan ini akan dimulai dari 15 hingga 21 Oktober.

Selama rentang hari tersebut, masyarakat diharapkan melakukan pembersihan dan membangun sifat-sifat kedewataan, sehingga tumbuh berkembang ibaratkan bunga.

Hal tersebut tidak hanya dilakukan pada raga manusia itu sendiri.

Namun juga harus dilakukan pada alam semesta beserta isinya.

Dimana hal tersebut dilakukan dengan ritual.

Karena itulah, kenapa setiap Purnama Kapat, pulau Bali dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan keagamaan.

Sejatinya, kegiatan upacara atau bhakti yang kita lakukan di Purnama Kapat ini, pahala yang akan kita tuai akanlah sangat maksimal.

Sebab matahari tepat berada di garis khatulistiwa atau yang disebut dengan Wiswayana.

Apapun kegiatan ritual atau dana punia yang akan dilakukan, itu selalu mendapatkan limpahan karunia kelipatan yang berlimpah daripada hari-hari ketika kita melakukan yadnya tidak di musim kapat.

Inilah sebenarnya makna filosofis, makna astrologi di dalam kita melakukan pelaksanaan perayaan Purnama Kapat. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved