TribunBali/
Home »

Bali

Serana Yuyu Besi, Begini Hubungan Pura Kehen dan Pura Ratu Gede Pancering Jagat di Trunyan

Hubungan tersebut tersirat dalam sebuah lontar yang terjemahannya, "Air ke Bangli dan Gianyar yang bersumber dari Danau Batur terputus, sehingga

Serana Yuyu Besi, Begini Hubungan Pura Kehen dan Pura Ratu Gede Pancering Jagat di Trunyan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pura Kehen 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pura Kehen Bangli memiliki hubungan timbal balik dengan Pura Ratu Gede Pancering Jagat di Trunyan, Kintamani.

Hubungan tersebut tersirat dalam sebuah lontar yang terjemahannya, "Air ke Bangli dan Gianyar yang bersumber dari Danau Batur terputus, sehingga wilayah Bangli mengalami kekeringan."

Baca: Aura Magis Pura Kehen, Tempat Penyumpahan Pejabat Kerajaan, Tak Setia akan Kena Kutukan Ini

Raja Sri Adhikunti Ketana yang pada masa itu memerintah, membuat Kepiting Besi dan Belut Besi sebanyak dua ikat.

Setelah diberi kekuatan oleh Hyang Pemayun Kehen, keduanya ditenggelamkan di Danau Batur, sehingga air dapat mengalir kembali di wilayah kerajaan.

Dalam lontar tersebut diungkapkan juga bahwa kedua benda tersebut hendaknya diangkat kembali dan disungsung oleh keraman Trunyan.

Disebutkan, Serana yuyu besi, Lindung Besi punike patut keambil kesungsung ring keramaning Terunyan, tur rikala Ngerebin Meru Pelinggih Hyang Da Tonta patut Ratu Bagus Yuyu Besi Lindung Besi lunga ke Hyang Tanda Kehen Bangli. Sampun rawuh sakeng Kehen wawu dados Ngerebin Marune ring Terunyan.

Yang artinya, kedua benda tersebut hendaknya diangkat kembali dan disembah oleh keraman Trunyan, dan nanti pada saat akan menghatapi Meru tempat berstananya Hyang Da Tonta, Ratu Yuyu Besi dan Lindung Besi agar datang ke Pura Kehen. Sekembalinya dari Kehen, barulah boleh mulai mengatapi Meru tersebut. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help