TribunBali/
Home »

Bali

Kesulitan Periksa 4500 WNA Dalam 2 Jam, Bandara Ngurah Rai Akan Dipasangi Autogate

Pada pagi dari pukul 09.00-11.00 saja datang sekitar 10 pesawat atau sekitar 3500 penumpang dalam waktu 3 jam.

Kesulitan Periksa 4500 WNA Dalam 2 Jam, Bandara Ngurah Rai Akan Dipasangi Autogate
Kompasiana
Ilustrasi Autogate di Bandara 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sejak dua  bulan terakhir, kedatangan WNA ke Indonesia terus mengalami peningkatan.

Khusus di Bandara Ngurah Rai, dalam satu hari WNA yang masuk ke Bali mencapai 17 ribu orang.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Ari Budijanto, Selasa (4/9/2017).

“Jumlah itu mungkin menjadi yang terbesar nomor dua di Indonesia. Masalahnya kedatangan mereka tidak terbagi rata, tapi di jam tertentu saja,” ujar Ari.

Dijelaskan, pada pagi dari pukul 09.00-11.00 saja datang sekitar 10 pesawat atau sekitar 3500 penumpang dalam waktu 3 jam.

Terlebih lagi, rata-rata penerbangan dari yang awalnya berisi sekitar 150 penumpang per pesawat, kini sudah berganti menjadi pesawat berbadan lebar dengan 300 hingga 350 penumpang.

Hal ini sering menyulitkan petugas imigrasi ketika melakukan pemeriksaan terhadap penumpang WNA di bandara.

“Belum lagi sore hari dari pukul 15.00 sampai 17.00 masuk sekitar 15 pesawat berbadan lebar, ditambah dengan pesawat charter sekitar 19-20 pesawat. Dapat dibayangkan, dalam waktu 2 jam petugas kami harus melakukan pemeriksaan terhadap 4500 orang WNA,” imbuhnya.

Saat ini, konter pemeriksaan imigrasi di Bandara Ngurah Rai berjumlah 26 unit.

13 unit di kedatangan internasional dan 13 unit di keberangkatan internasional.

Masing-masing konter dijaga oleh dua orang petugas Imigrasi.

Jumlah sumber daya manusia yang terbatas sering menyebabkan pemeriksaan terhadap WNA yang masuk maupun keluar dari Bandara Ngurah Rai tidak maksimal.

Oleh karena itulah, pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai bekerjasama dengan Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara akan mengadakan autogate untuk memperlancar keberangkatan penumpang dari Bandara Ngurah Rai.

“Mudah-mudahan akhir tahun pengadaan autogate dapat terlaksana,  sehingga awal 2018 bisa dimanfaatkan,” imbuh Ari.

Peningatan pelayanan tersebut dinilai mendesak terutama untuk menyambut pertemuan IMF/WB Oktober 2018.

Dengan autogate, kata dia, diharapkan memperlancar serta memberi citra positif bagi pariwisata Bali maupun bagi Indonesia sebagai tuan rumah. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help