Masih Nekat Jualbelikan Daging Anjing? Siap-siap Kena Sanksi Adat, Pendatang Juga Wajib Taat

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung sepakat terkait sikap Desa Adat Kerobokan yang telah meminta warganya untuk tidak memperjualbelikan

Masih Nekat Jualbelikan Daging Anjing? Siap-siap Kena Sanksi Adat, Pendatang Juga Wajib Taat
Istimewa
(ilustrasi kematian anjing); - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung sepakat terkait sikap Desa Adat Kerobokan yang telah meminta warganya untuk tidak memperjualbelikan atau mengonsumsi daging anjing. 

Masih Ada yang Nekat Jualbelikan Daging Anjing? Siap-siap Kena Sanksi Adat, Pendatang Juga Wajib Taat

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung sepakat terkait sikap Desa Adat Kerobokan yang telah meminta warganya untuk tidak memperjualbelikan atau mengonsumsi daging anjing.

Bahkan pihak Disbud meminta desa adat yang ada di Kabupaten Badung untuk meniru dan melaksanakan hal tersebut.

Kepala Disbud Badung, IB Anom Bhasma mengatakan langkah yang diambil Desa Adat Kerobokan ini sangat positif.

Bahkan ia mengatakan sudah pernah mesosialisasikan hal tersebut kepada beberapa bendesa yang ada di Kabupatn Badung.

Baca: Jadwal Pekan ke-14 Liga Italia, SPAL vs Empoli Jadi Pembuka, Laga Senin Dinihari Paling Panas

Baca: Jadwal Pekan ke-14 Liga Inggris, Derby Merseyside Liverpool Vs Everton Minggu Live Bein Sports 1

Baca: Jadwal Pekan ke-14 Liga Spanyol, Real Madrid Vs Valencia Live di SCTV

Baca: Jadwal Pekan ke-33 Liga 1 2018, Live Streaming Laga Hari Minggu dan Senin Bisa Jadi Penentu Juara

“Kami sangat sepakat terkait hal itu (perarem -red). Sebenarnya sejak awal memang kami di Dinas Kebudayaan mendorong agar desa adat ikut membuatkan aturan terkait peredaran daging anjing ini. Apalagi sudah ada aturan dari Provinsi Bali, jika daging anjing bukan bahan pangan,” ujarnya Sabtu (1/12).

Desa Adat di Badung, lanjut Anom Bhasma, bisa memasukkan aturan terkait hal ini di perarem, sehingga bisa ditaati oleh masyarakat.

Baca: Perginya Coach Widodo Tak Pengaruhi Kekuatan Bali United? Ini Penilaian Pelatih Persija

Baca: Membayangkan Bali United Tanpa Coach Widodo, Persija Bisa Ambil Keuntungan

Baca: 6 Ribu The Jak Mania Akan Kepung Stadion Dipta, Ferry: Saya Tidak Tahu yang Tidak Dapat Tiket

“Dengan perarem lebih kuat dia, karena di sana ada sanksi secara adat juga,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, semestinya aturan harus dibuat dalam bentuk perarem di desa adat.

Sehingga di wilayah desa tersebut, tidak ada yang menjual atau mengonsumsi anjing.

Termasuk juga masyarakat pendatang akan taat pada aturan jika, peraturan itu sudah dibuat dalam bentuk perarem. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved