Waspada DBD Mengintai, Penderita di Denpasar Sudah Capai 30 Orang

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, sedikitnya sudah ada 30 warga Denpasar yang terserang penyakit DBD

Waspada DBD Mengintai, Penderita di Denpasar Sudah Capai 30 Orang
AFP/LUIS ROBAYO
(Ilustrasi DBD. Foto tidak terkait berita) Memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Denpasar mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dengue DBD. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Denpasar mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, sedikitnya sudah ada 30 warga Denpasar yang terserang penyakit menular ini sejak 1 Januari 2019.

Kendati demikian, pihak Dinkes belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, pasien DBD terbanyak mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wangaya sebanyak 26 orang.

Rata-rata, pasien orang dewasa ini memiliki gejala yang hampir sama, yakni demam tinggi, nyeri pada seluruh tubuh, lemas di sertai bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Seperti dialami Ketut Martana (31), warga asal Mengwi, Badung usai selepas kerja merasa demam, badan meriang dan pegal-pegal di sekujur tubuh.

Hal ini terus berlanjut selama tiga hari kedepan, bahkan naik turun secara drastis.

Ia juga mengaku sempat terjangkit penyakit yang sama sekira 5 tahun silam.

Baca: Hunus Parang ke Leher Penagih Utang, Rumiada Tunggak Bayar Bank Senilai Rp 200 Juta

Baca: Kini Kaum Milenial juga Harus Melek Politik, Ini Alasannya

Baca: Pembuatan Patung Bung Karno Baru 30 Persen, Dinas Perkimta Beri Tenggang Waktu Hingga Februari

"Naik turun panasnya cepat sekali. Akhirnya, Senin (14/1/2019) kemarin saya periksa dokter cek darah baru ketahuan kena demam berdarah. Ini sudah agak mendingan, nunggu hasil laboratorium dulu, baru boleh pulang," tuturnya ditemui di pembaringannya, Jumat (18/1/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, pihaknya menganggap jumlah angka kasus ini masih dalam tahap wajar sehingga tidak ada peningkatan status menjadi KLB.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved