Dengar Teriakan Warga, Jero Laksmi Baru Sadar Merajannya Terbakar

Bangunan Merajan Jajaran Kemiri (pura keluarga) yang terletak di Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng terbakar

Dengar Teriakan Warga, Jero Laksmi Baru Sadar Merajannya Terbakar
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas damkar berjibaku memadamkan api di Merajan Jajaran Kemiri (pura keluarga), yang terletak di Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (4/2/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bangunan Merajan Jajaran Kemiri (pura keluarga) yang terletak di Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng terbakar Senin (4/2) sekira pukul 13.00 Wita.

Api meludeskan satu bale paruman, satu bale pegongan, dan tiga pelinggih beratapkan ijuk. Belum diketahui penyebab pasti musibah kebakaran ini.

Dalam waktu dekat polisi akan mendatangkan Tim Labforensik Mabes Polri Cabang Denpasar untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dari pantauan di TKP, api baru dapat dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar setengah jam kemudian, dengan mengerahkan dua unit mobil damkar.

Bale paruman dan bale pegongan tampak hancur, dilalap si jago merah.

Jero Padma Laksmi (63) menuturkan, saat musibah kebakaran itu terjadi, ia sedang berada di dalam rumah. \

Tiba-tiba ia pun mendengar teriakan warga yang mengatakan bila Merajan miliknya terbakar.

Mengetahui hal tersebut, Laksmi pun bergegas keluar, dan melihat api telah membesar di Merajan yang lokasinya tepat di belakang rumahnya.

"Saya tidak tahu kalau ada kabakaran. Saya ada di dalam rumah, lagi menonton TV. Tiba-tiba dengar teriakan warga, katanya ada api. Saya keluar, api sudah besar. Rumah memang lagi sepi, cuma saya sendiri di rumah," katanya.

Laksmi pun mengakui, sekitar pukul 10.00 Wita, keluarganya sempat melakukan persembahyangan di Merajan.

Ia pun mengaku tidak menyangka, jika api akhirnya merusak Merajan yang baru beberapa bulan direnovasi tersebut.

"Karena kebakaran ini pasti akan dilakukan Upacara Melaspas, kapan waktunya akan dirundingkan dengan keluarga besar," jelasnya.

Sementara Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, bila tidak ada halangan,
Tim Labforensik Mabes Polri Cabang Denpasar akan turun ke TKP pada Selasa (5/2) untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran.

"Kami masih lidik. Mudah-mudahan tidak ada unsur lain. Faktanya akan kami ungkap kemudian, kerjasama dengan Labfor Denpasar. Untuk kerugian juga belum tahu secara rinci. Karena selain kerugian bangunan, korban juga harus Melaspas," tutupnya. (*) 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved