Sampah di Pantai Usai Upacara Melasti Menjadi Sorotan

Tidak ada masalah terkait upacara tersebut, hanya saja setiap kali melasti biasanya akan menyebabkan sampah di pantai menjadi lebih banyak

Sampah di Pantai Usai Upacara Melasti Menjadi Sorotan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Panitia Dialog Publik 'Bali Darurat Sampah Plastik, Apa Solusinya', I Ketut Bagus Arjana Wira Putra saat melaporkan kegiatannya di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (28/2/2019). 

Laporan WarTribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mendekati perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada 7 Maret 2019 mendatang, banyak desa adat di Bali yang akan melaksanakan kegiatan melasti.

Tidak ada masalah terkait upacara tersebut, hanya saja setiap kali melasti biasanya akan menyebabkan sampah di pantai menjadi lebih banyak.

Terlebih kegiatan melasti ini akan lebih banyak karena selain menjelang perayaan Nyepi, juga turut dilaksanakannya upacara Panca Wali Krama di beberapa pura di Bali.

Baca: Keuangan Keluarga Ahmad Dhani Disebut Pengacara Sudah Menipis Sejak Jadi Tahanan

Baca: Mencicipi Lawar Soto Babi, Perut Kenyang & Ramah di Kantong

Hal ini menjadi sorotan dalam Dialog Publik 'Bali Darurat Sampah Plastik, Apa Solusinya' di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (28/2/2019).

Dialog publik ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Bali bersama Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali.

Ketua Panitia dialog publik, I Ketut Bagus Arjana Wira Putra mengatakan, kegiatan melasti yang biasanya mendatangkan banyak orang maka juga turut mengundang pedagang asongan yang menjual minuman berbotol plastik dan menggunakan kantong plastik.

Baca: Tingkatkan Kemampuan Penyidikan, Korwas Bareskrim Polri Gelar Pelatihan

Baca: Sepasang Kekasih Pemilik 13 Paket Kokain Divonis 64 Bulan Penjara

Ia pun meminta kepada Majelis Utama Desa Pakraman yang hadir pada saat itu untuk mengendalikan hal tersebut.

"Jangan sampai pantai di Bali ini viral gara-gara ada pedagang asongan yang menjual botol minuman (atau) kemasan minuman yang menggunakan plastik dan pipet," katanya.

Menurutnya hal itu yang akan menjadi ancaman bagi Bali karena wisatawan biasanya ikut menyaksikan upacara melasti tersebut.

Baca: Jadwal Lengkap Piala Presiden 2019, Persib Bandung Yang Pertama, Bali United Akan Berlaga 3 Maret

Baca: Terbukti Miliki 36 Paket Sabu-sabu Diganjar 8,5 Tahun Penjara, Ari Pasrah Menerima

Tentu dalam mengikuti upacara itu mereka juga akan mengambil gambar dan memviralkannya di media sosial, sehingga hal itulah yang akan menjadi ancaman.

"Untuk itu kalau bisa Pemerintah Provinsi Bali maupun KMHDI, MUDP, rektor dan seluruh masyarakat satu pikiran satu komitmen, nanti pada saat melasti bila perlu diinformasikan kepada masyarakat kita jangan sampai membuang sampah plastik di pantai itu," pintanya.

Ia pun meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan truk pengangkut sampah dari dinas kebersihan terkait.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved