Aliansi Perempuan Bali Sampaikan 6 Tuntutan Ini dalam Aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional

Aliansi Perempuan Bali melakukan aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional dengan berjalan kaki dari Lapangan Puputan menuju Kantor Gubernur

Aliansi Perempuan Bali Sampaikan 6 Tuntutan Ini dalam Aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Aliansi Perempuan Bali saat melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Bali, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Perempuan Bali melakukan aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional dengan berjalan kaki dari parkir timur Lapangan Puputan Margarana, Monumen Bajra Sandi, Renon, Denpasar menuju depan Kantor Gubernur Bali, Minggu (10/3/2019).

Mereka membentangkan sebanyak dua spanduk bertuliskan 'Hari Perempuan Internasional Memperjuangkan Kesetaraan Hak-hak! Menuntut Rasa Hormat Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan' dan 'Hari Perempuan Internasional 2019, Perempuan Indonesia Bersatu dan Berjuang Bersama Rakyat Melawan Diskriminasi dan Penindasan'.

Baca: Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Olahraga Para Generasi Muda Banjar Tampuagan

Baca: Jelang Laga Kontra Semen Padang, Pakem Bali United Berubah Pasca Ditinggal Tiga Pemain ke Timnas

Selain itu mereka juga nampak membawa beberapa poster dengan berbagai tulisan.

Aliansi yang terdiri dari SPM Bali, Seruni Bali, OPSI Bali, Bali WCC, FMN Denpasar, SDMN Bali, Pembaru Bali, UKM Kanaka, AMP KK, dan Puskeba itu setidaknya menyampaikan sebanyak enam tuntutan.

Tuntutan tersebut diantaranya Cabut PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan; hapus diskriminasi terhadap perempuan di dunia ketenagakerjaan, khususnya di sektor pariwisata; serta hapus monopoli penguasaan tanah dan alih fungsi lahan serta jalankan reforma agraria sejati.

Baca: 100 Tas Belanja Ludes oleh Pedagang dan Pembeli di Pasar Badung

Baca: Ajarkan Anak Cara Mendaur Ulang Kertas di Festival Of Sosial Entrepreneurship Wave and Suistainable

Selain itu, mereka juga menuntut untuk membangun industri skala nasional demi kedaulatan ekonomi bangsa; hentikan kekerasan, pelecehan seksual, pemerkosaan terhadap perempuan dan anak; dan mencabut UU Perguruan Tinggi No. 12 tahun 2012.

Koordinator Umum Aliansi Perempuan Bali, Retno Dewi menegaskan bahwa pemerintah di Bali tidak boleh hanya berfokus dalam upaya mengembangkan pariwisata, sementara isu soal perempuan selalu dikesampingkan.

Baca: Berburu Spot Foto Instagramable di Ulun Danu Beratan

Baca: Berbagai Lomba Meriahkan HUT Yayasan Tukad Bindu ke-2

Kemudian soal berbagai tuntutan dari pihaknya, ia juga memberikan penjelasan.

Mengenai tuntutannya untuk mencabut PP No. 78 dikarenakan dengan adanya PP tersebut ia menilai serikat pekerja menjadi tidak punya posisi tawar dalam upaya menaikkan upahnya.

"Karena yang mengatur ini pemerintah. Jadi ini tidak hanya dihadapi perempuan tapi juga laki-laki. Perempuan berdampak lebih lagi karena ada perlakuan diskriminasi," terangnya.

Baca: Ramalan Zodiak 10 Maret 2019: Scorpio Harus Tenang, Virgo Banyak Pengeluaran Tidak Penting

Baca: Grand Opening Pasar Badung Diundur Tanggal 22 Maret 2019, Ini Alasannya

Sementara tuntutannya dalam mencabut UU PT No. 12 tahun 2012 dikarenakan saat ini pemerintah seperti memberikan kekuasaan otonom kepada perguruan tinggi terutama dalam pemenuhan fasilitas dan biaya perkuliahan.

Hal ini berdampak pada pemberlakuan uang kuliah tunggal (UKT) dan sumbangan pengembangan institusi (SPI) yang sangat tinggi.

Baca: Dedikasi Diri untuk Lingkungan, Regina Safri Luncurkan Buku Foto untuk Edukasi Masyarakat

Baca: Terinspirasi Keheningan Nyepi, Nosstress Rilis Video Live Single Istirahat

"Ini bukan hanya diskriminasi, ini juga pembebanan biaya pendidikan yang ditanggung oleh mahasiswa itu akan berdampak pada wali murid atau orangtua mahasiswa," jelasnya.

Menurutnya, dengan model pendidikan seperti ini kampus tidak bisa melihat kondisi mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan dan hanya berdalih atas nama pembangunan dan fasilitas kampus. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved