Tukang Sapu Ikut Tentukan Rektor Universitas Warmadewa
Dalam pemilihan rektor ini, ternyata melibatkan tukang sapu atau celaning service di lingkungan Universitas Warmadewa
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Sabtu (16/3/2019), dilaksanakan pelantikan Rektor Universitas Warmadewa periode 2019-2023 di Auditorium Widya Sabha Universitas Warmadewa.
Dalam kesempatan tersebut Prof dr Dewa Putu Widjana kembali dilantik untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menjabat periode 2015-2019.
Dalam pemilihan rektor ini, ternyata melibatkan tukang sapu atau celaning service di lingkungan Universitas Warmadewa.
Baca: Siswa SD Negeri 5 Peninjoan Bersihkan Sampah di Lokasi TMMD
Baca: Dikenal Kaya Manfaat, Air Kelapa Muda Sebaiknya Tak Dikonsumsi Orang dengan 5 Kondisi Ini
Hal ini lantaran dianggap bahwa tukang sapu pendapatnya lebih objektif dan berbicara sesuai hati nurani.
"Dalam pemilihan ini, kami juga lakukan wawancara tersembunyi dengan tukang sapu. Kami menilai tukang sapu memiliki pendapat objektif dan dalam berbicara menggunakan hati nurani," kata Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, AA Gede Oka Wisnumurti dalam sambutannya saat pelantikan.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus datang pertama dan pulang terakhir.
Baca: Gelombang di Pesisir Kusamba Tinggi, Penumpang Sempat Dialihkan ke Padang Bai
Baca: Fitur Tombol Darurat Go-Jek Terhubung ke Polisi hingga Ambulans, Hanya Tersedia di Wilayah Ini
Jika datang lebih awal akan banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dan bisa cepat selesai.
Sementara itu, rektor terpilih, Prof dr Dewa Putu Widjana mengungkapkan tantangan ke depan sangat berat apalagi menghadapi revolusi industri 4.0.
Ia mengatakan hal ini akan bisa dilewati apabila melakukan transformasi dengan cepat dan bukan diam saja.
Baca: Benarkah Game Kekerasan Berkaitan dengan Agresivitas Menyerang Orang Lain?
Baca: Gaji PNS Naik, Ini Besaran Gaji Baru yang Diterima
Dirinya juga menambahkan, menjadi seorang rektor bak seorang kapten kapal yang membawa muatan sebanyak 13 ribu komunitas di Unwar.
"Sebagai seorang kapten saya harus mengarahkan kapal menuju tujuan yang dicita-citakan, sementara di depan lautan luas dengan karang dan gelombang yang harus diatasi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan capaian saat menjabat pada periode sebelumnya, yakni Unwar bisa duduk pada peringkat 63 di Indonesia yang sebelumnya berada pada peringkat 400-an.
Baca: Tiada Kecewa! Haudi Abdillah Berharap BU Juara Piala Indonesia
Baca: Teco Tak Masalah Bali United Out dari Piala Presiden 2019
Selain itu, untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Unwar menduduki peringkat 19, dan peringkat satu PTS di wilayah Indonesia Timur.
"Target saya, tahun 2020 rangking 50 besar dan ini tidak gampang karena kita bersaing dengan 4600 lebih perguruan tinggi di Indonesia," katanya.