Total Dana Pembebasan Lahan Rp 235 M, Koster Kebut Pengerjaan Shorcut Titik 7-8 di Gitgit

Setelah titik 3-4 dan 5-6 selesai, Pemprov Bali segera melanjutkan pembangunannya di titik 7-8, yang ada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada

Total Dana Pembebasan Lahan Rp 235 M, Koster Kebut Pengerjaan Shorcut Titik 7-8 di Gitgit
Tribun Bali/Ratu Ayu
Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar simakrama bersama warga Buleleng di Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembangunan shortcut jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani dikebut.

Setelah titik 3-4 dan 5-6 selesai, Pemprov Bali segera melanjutkan pembangunannya di titik 7-8, yang ada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, proyek titik 7-8 itu ditarget dimulai tahun 2020 mendatang. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dan trase yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Bali.

"Total seluruh anggaran pembebasan lahan dari titik 1-10 Rp 235 miliar. Dianggarkan di perubahan 2018 Rp 35 miliar, dan 2019 Rp 200 miliar. Selesai semua untuk pembebasan lahannya. Setelah DED dan trase, baru menentukan jalurnya yang mana dipilih, kan ada beberapa alternatif. Habis itu baru pembebasan lahan," ujar Koster usai simakrama di Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja, Minggu (17/3/2019) .

Sementara shortcut titik 1-2 dan 9-10, akan dilaksanakan pada 2021. Untuk itu, Koster berharap, pembebasan lahan dapat diselesaikan pada tahun 2019 ini.

"Uangnya sudah ada, mudah-mudahan cukup. Saya sih ingin selesai 2019 ini supaya tidak naik lagi harganya. Pembebasan lahannya dari APBD Provinsi, kalau pembangunannya dari APBN sudah diputus kemarin. Pokoknya shortcut selesai 2021," tegasnya.

Teknologi Nuklir
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyampaikan akan membuat irradiasi gamma. Ini merupakan aplikasi dari teknologi nuklir dalam pengawetan komoditas pertanian.

Bila irridiasi gamma dibangun, maka kualitas buah-buah lokal yang diproduksi oleh petani di Buleleng akan semakin baik, dan menjadi standar kualitas internasional.

Pihaknya pun sebut pria yang akrab disapa PAS ini telah mensurvei lokasi yang cocok untuk dibangunnya irridasi gamma tersebut.

Yakni di Kecamatan Gerokgak, di lahan milik pemerintah Provinsi Bali, seluas 22 hektare. Sehingga ditargetkan pembangunannya dapat dilakukan pada 2020 mendatang, dengan anggaran mencapai Rp 156 miliar. 

"Saya sudah melakukan diskusi selama tiga tahun, dan teken MoU dengan BATAN.  Saya harap gubernur bisa membantu. Di Gerokgak dipilih karena dekat dengan pelabuhan barang Celukan Bawang, tanahnya juga sudah ada milik provinsi untuk kepentingan orang banyak" terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved