Dadong Domi Bertahan Hidup dari Memulung di Usia Senja, Rawat Cucu dan Anak yang Sakit

Di senja kala usianya, Dadong Domi harus menanggung beban merawat anak ketiganya, Komang Ardi Mertayasa (30) dan cucu-cucunya

Dadong Domi Bertahan Hidup dari Memulung di Usia Senja, Rawat Cucu dan Anak yang Sakit
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Kondisi Dadong Domi yang harus merawat anak dan cucunya, Jumat (12/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA -  Ni Nyoman Domi alias Dadong Domi mesti meneguhkan hati. Di senja kala usianya, ia menanggung beban merawat anak ketiganya, Komang Ardi Mertayasa (30) dan cucu-cucunya.

Dengan kondisinya yang demikian, warga Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara ini justru tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Ia mengaku secara ekonomi keluarganya benar-benar tidak mampu.

Untuk hidup saban hari, mereka mengandalkan belas kasihan tetangga.

Sementara anaknya yang dulu sebagai tulang punggung keluarga, telah meninggal. Dong Domi mengambil pekerjaan memulung untuk menghidupi keluarganya.

Dong Domi menuturkan, anak ketiganya sakit kronis dan hanya tinggal tulang saja. Belum lagi, biaya untuk berobat dan membeli obat sudah tidak bisa ia penuhi.

"Obat sudah habis. Tidak cukup untuk berobat dan membeli obat," ucapnya.

Selain anak ketiganya itu, ia harus merawat dua cucunya yang tidak memiliki ayah. Dong Domi menceritakan, dulu ekonomi keluarga ditopang oleh almarhum anak pertamanya.

Mereka memiliki usaha warung kecil-kecilan di depan rumahnya menjual bensin serta membuka tambal ban. Namun usaha itu pun bangkrut karena tidak lagi ada modal untuk membukanya kembali.

Apalagi, sejak beberapa bulan lalu, anak ketiganya, Komang Ardi Mertayasa yang sakit parah, sebenarnya menanggung biaya keluarga. Namun sakit dan kondisi makin lemah sehingga tidak lagi bisa membiayai keluarga.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved