Dinkes Sebut Penggunaan Gadget Tak Hanya Pengaruhi Kebugaran tetapi juga Mengganggu Fungsi Saraf

Dewasa ini, penggunaan gadget memang memberi dampak signifikan pada penggunanya, terutama bagi anak-anak yang berusia di atas 5 tahun.

Dinkes Sebut Penggunaan Gadget Tak Hanya Pengaruhi Kebugaran tetapi juga Mengganggu Fungsi Saraf
pixabay/StockSnap
Ilustrasi anak bermain gadget 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dewasa ini, penggunaan gadget memang memberi dampak signifikan pada penggunanya, terutama bagi anak-anak yang berusia di atas 5 tahun.

Hal ini mendapat perhatian dari dinas kesehatan terutama penggunaan gadget untuk usia 5 tahun ke atas yang dinilai sudah berlebih.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya.

Ia mengatakan, penggunaan gadget secara berlebih, bisa menyebabkan penglihatan menjadi buruk.

Tidak hanya itu, hal ini juga bisa berpengaruh pada proses kebugaran tubuh pada usia tersebut.

"Kita lihat sekarang sudah banyak anak usia 5 tahun ke atas yang sudah menggunakan gadget. Ya kalau melarang kan memang tidak ada aturan untuk melarang. Tentu kita memberikan edukasi dari sisi kesehatan."

Baca: Kabar Buruk dari Kejuaraan Asia 2019, Semua Pemain Tunggal Putra Indonesia Tumbang

Baca: Sering Kentut karena Perut Kembung? Lakukan 7 Cara Mudah Ini untuk Mengatasinya

"Dengan menggunakan gadget sambil tidur dan secara berlebih itu memang tidak dianjurkan, karena berpotensi bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan maupun kebugaran. Faktornya adalah, cahaya dan posisinya melihat (sambil tiduran)," ujarnya saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (25/4/2019)

Suarjaya menjelaskan, penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan kecanduan.

Itu juga bisa menyebabkan aktivitas fisik dan belajar menjadi berkurang. Tentu secara ilmu kesehatan, pihaknya berharap perlunya ada pengawasan dari orangtua untuk memberikan bimbingan.

"Memang gadget itu tidak bisa dihindari, khususnya pada anak usia lima tahun ke atas. Namun semua itu perlu ada batas waktu dan pengawasan juga oleh orangtua. Lihat sekarang banyak anak-anak sekarang kurang kegiatan fisik. Kita sendiri pernah melakukan pengukuran kebugaran juga, ternyata banyak yang tidak bugar. Artinya gadget juga sudah menganggu kebugaran mereka," ungkapnya.

Baca: Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek Puji Perhatian Kepala Daerah Bali di Bidang Kesehatan

Baca: Uang dan Pekerjaan? Benarkah Dua Hal Itu Alasan Orang Bangun Tidur di Pagi Hari?

Tambahnya, bahkan bermain gadget sambil di-charge juga bisa menyebakan kerusakan saraf.

Karena adanya radiasi gelombang elektromagnetik tinggi yang bisa menganggu saraf pendengaran.

"Pasti, karena memang sudah diteliti. Jika menggunakan gadget sambil di-charge akan menggangu fungsi saraf otak," ucapnya.

"Tentu langkah-langkah seperti ini harus dilakukan secara bersama, tidak hanya peran dari pihak kesehatan saja," harapnya.

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved