Young Gen

Bukan Stan di Denfes, Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Unhi Tunjukkan Ini

Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah (Planologi) dan Kota Universitas Hindu Indonesia (Unhi) membuka stan pameran di Denpasar Festival

Bukan Stan di Denfes, Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Unhi Tunjukkan Ini
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Seorang mahasiswa sedang menjelaskan maksud dari hasil penelitian mahasiswa planologi Unhi di Denpasar Festival, Jumat (31/12/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah (Planologi) dan Kota Universitas Hindu Indonesia (Unhi) membuka stan pameran di Denpasar Festival  28-31 Desember 2015 lalu. Produk kuliah seperti poster dan laporan penelitian dipamerkan di stan yang berada di dekat titik nol kilometer Kota Denpasar itu.

Bagus Nugraha Kurnia Santosa, anggota dari himpunan ini mengatakan maksud dari jurusan ini mengadakan pameran untuk menunjukkan bahwa  Perencanaan Wilayah dan Kota itu ada di Bali, khususnya Unhi.

“Orang biasa mengenal Unhi itu hanya sekolah untuk agama, padahal ekonomi dan teknik juga ada,” ujar Nugraha, Jumat (31/12/2015). Ia mengatakan, pameran di stan ini merupakan produk dari mata kuliah studio mahasiswa selama satu semester yang dijadiin satu berupa poster-poster dan laporan kuliah.

“Ada beberapa masyarakat yang bertanya, ‘oh ada jurusan seperti ini di Bali ya’,” ujar Nugraha. Pengunjung yang datang ke stan mereka penasaran melihat poster-poster yang bergambarkan peta Kota Denpasar. “Mereka kebanyakan mencari-cari posisi rumah mereka di peta,” ulas Nugraha yang kemudian tertawa.

Ada juga poster hasil penelitian tentang Bajra Sandhi dan Lapangan Puputan, Denpasar. Beberapa evaluasi tercantum dalam laporan itu yang menarik perhatian pengunjung untuk membacanya.

Mahasiswa dari jurusan ini kerap mengikuti pameran di ulang tahun Unhi, acara tata ruang di Sanur. “Kalau di Denpasar Festival itu baru sekali. Tujuannya untuk menambah wawasan dan koneksi ke masyarakat. Biar mereka tau bahwa kami ada, apalagi satu-satunya di Bali,” imbuh Nugraha.

Nugraha sebagai mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota yang berkecimpung dalam segala bentuk perencanaan kota menganggap pembangunan di Kota Denpasar itu tak terkontrol.

“Banyaknya alih fungsi lahan, juga Denpasar mengalami degradasi budaya sendiri. Saya harap dengan adanya Denpasar Festival ini bisa membangkitkan budaya Bali itus sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan hadirnya pameran jurusan ini di Denpasar Festival Ingin mengedukasi terkait sosial, budaya dan ekonomi. “Karena pembangunan kini lebih mengedepankan ekonomi. Yang kita ingin gagas itu pembangunan yang berkelanjutan. Contohnya ajak semua naik transportasi umum,” harapnya.(*)

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved