Young Gen

Marching Band Gema Ganesha Tampilkan Teaterikal Ngejuk Bikul di Denfest

Pemain marching band lengkap dengan busana adat Bali modifikasi itu tampil dengan permainan musik dibalut teaterikal cerita rakyat Bali.

Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Marching Band Gema Ganesha Ning Ning Cening di Lapangan Puputan Denpasar, Kamis (31/12/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENBPASAR - Alunan musik kukul mengawali penampilan Marching Band Gema Ganesha dari SLUA Saraswati 1 Denpasar di Lapangan Puputan saat pentas di Denpasar Festival.

Pemain marching band lengkap dengan busana adat Bali modifikasi itu tampil dengan permainan musik dibalut teaterikal cerita rakyat Bali.

Pemain musik sebagian besar berada di panggung, namun beberapa ada di bawah panggung.

Penari menari lengkap dengan membawa bendera beraneka warna.

Lalu di saat memainkan musik Meong-Meong, ada teaterikal permainan meong (kucing) yang mengejar bikul (tikus).

Sontak saat itu, penonton bertepuk tangan, bersorak sambil meneriakkan ‘juk bikul e’ (tangkap tikusnya).

I Gusti Bagus Teguh Ananta, pelatih marching band ini mengatakan tema yang diangkat yaitu Ning Ning Cening.

“Tema ini menceritakan tentang lagu-lagu tradisional yang diangkat untuk masyarakat, yang didominasi dengan nuansa anak-anak,” ujar Teguh yang mengatakan musik di Indonesia kini didominasi dengan girl band atau boy band.

Teguh mengatakan busana yang dikenakan lebih ke modifikasi modern Bali  yang lebih casual sehingga mudah bergerak di arena.

“Kita ada di Bali, tidak melupakan adat dan kembangkan lagu tradisional, sebagai pemusik harus mengedepankan nuansa lokal,” imbuh Teguh, Kamis (31/12/2015).

Ia mengatakan, marching band yang bermain di rumah sendiri harus tampil dengan maksimal.

“Anak-anak latihannya 3-4 jam sehari.  Lelah itu hal yang wajar, jenuh itu pasti. Tapi saya menyiasati dengan memberikan kritik saran, dorongan dan jaga stamina mereka,” ungkap Teguh yang sudah berkecimpung dalam marching band sejak 10 tahun.

Putri Latriana, Field Commander Marching Band Gema Ganesha mengatakan pementasan dilakukan selama sepuluh menit .

“Kami sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu. Latihannya setiap hari dan membuang liburan kami,” ungkap Putri dengan senyum.

Ia melakukan  streching tiap hari, tak boleh minum dingin-dingin dan tidak begadang. 

“Itu yang dihimbau oleh pelatih untuk teman-teman di marching band. Tapi belakangan saya begadang, he he,” ungkap Putri.

Pemain marching band ini berlatih di aula, kalau latihan pentas baru di lapangan.

“Ya sempat agak kesulitan saat latihan karena beberapa teman tak hadir saat latihan. Tapi begitu mereka datang, syukurnya  lumayan cepat nangkap,” ujar Putri mengaku semangat latihan karena membawa nama baik SLUA Saraswati 1 Denpasar. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved