Young Gen

Aksi Paguyuban Jegeg Bagus Tabanan di Pantai Yeh Gangga, 2 Truk Sampah Terkumpul

Wahyu mengatakan sampah di Pantai Yeh Gangga itu kebanyakan sampah upacara agama seperti bambu besar, tedung, sanggah, canang dan lainnya.

Istimewa
Peserta Bersih-bersih Pantai Yeh Gangga di Kerambitan, Tabanan, Minggu (31/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pantai Yeh Gangga merupakan salah satu dari 26 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali.

Keberadaan pantai pasir hitam di Kerambitan ini ternyata tak begitu mendapat perhatian masyarakat, terlihat dari sampah yang menumpuk di sepanjang area pantai yang kemudian terkumpul hingga dua truk sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tabanan.

Melihat keadaan itu, Paguyuban Jegeg Bagus Tabanan berinisiatif untuk melakukan gerakan bersih-bersih Pantai Yeh Gangga yang bertajuk Bakti Sosial Peningkatan Kualitas Kebersihan di Kawasan Pantai Yeh Gangga.

Ketua Panitia, I Gede Putu Wahyu Anggara Putra  mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian remaja Tabanan pada khususnya terhadap destinasi wisata Tabanan.

“Kami dari Paguyuban Jegeg Bagus Tabanan harus bergerak dan memberikan contoh bahwa kegiatan bersih-bersih pantai harus dilakukan mulai dari warga Tabanan sendiri,” jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Selasa (2/2/2016).

Meski dikoordinir oleh panitia kecil berjumlah 15 orang, tapi yang hadir lebih dari 200 peserta.

Panitia bekerjasama dengan Perbekel Desa Sudimara, Bendesa Adat Yeh Gangga, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tabanan, Kodim 1619-01/ Tabanan, Koramil 1619-01/ Tabanan, OSIS, Bank Sampah dan Gapenta dari SMA Negeri 1 Tabanan, OSIS SMA Negeri 2 Kediri, Smasta Photography dan anak-anak sekolah dasar.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka karena jujur saja sampahnya banyak banget, dan Pantai Yeh Gangga kan tanggungjawab kita bersama,” tutur Wahyu, peraih Runner Up 3 Bagus Tabanan 2015 ini.

Saat itu, panitia dikagetkan dengan kehadiran anak-anak sekolah dasar meski pantai tak mengundangnya dalam aksi pembersihan pantai.

Wahyu mengatakan sampah di Pantai Yeh Gangga itu kebanyakan sampah upacara agama seperti bambu besar, tedung, sanggah, canang dan lainnya.

Selain itu juga didominasi sampah botol kaca minuman berenergi, popok bayi, kayu, pakaian dan kayu berukuran besar.

Peserta yang melakukan bersih-bersih pantai dilengkapi dengan handscoon, masker, polibag dan sapu lidi.

“Sampah di pinggir pantai banyak sekali. Selain memang menjadi tempat orang melasti dan ngayut, kemungkinan sampah itu juga merupakan sampah kiriman karena lagi musim hujan,” ungkap Wahyu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati ini.

Pantai Yeh Gangga sebenarnya sudah dilengkapi dengan papan pengumuman berisi himbauan tidak membuang sampah sembarangan.

“Imbauan sudah banyak saya lihat di sana, tapi kalau tidak ada tong sampah, masyarakat juga bingung mau buang di mana?,” ungkap Wahyu.

Akhirnya panitia meminta bantuan ke DKP Kota Tabanan untuk penyediaan tong sampah.

“Nah, saat itu pula disumbangkan sepuluh tong sampah untuk kawasan Pantai Yeh Gangga,” jelasnya.

Sebanyak 200 pohon juga ditanam di pinggir jogging trek Pantai Yeh Gangga.

“Kami juga mendapat sumbangan 200 pohon dari pihak desa. Jadi selain bersih-bersih, kami juga menanam pohon untuk kelestarian area pantai,” kata Wahyu. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved