Young Gen

80 Siswa SMA Tunas Daud Ikuti Seminar Yuk Nulis Berita Bersama Tribun Bali

Yohanes menjawab dengan tegas melalui microphone yang diberikan oleh tim Tribun Bali.

80 Siswa SMA Tunas Daud Ikuti Seminar Yuk Nulis Berita Bersama Tribun Bali
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Siswa kelas X dan XI SMA Tunas Daud ini sedang mengikuti pelatihan jurnalistik Yuk Menulis Berita oleh Tribun Bali so Tunas Daud Hall, Denpasar, Kamis (25/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yohanes Djie (17) langsung mengacungkan tangan saat Kander Turnip, Koordinator Liputan Tribun Bali melemparkan pertanyaan mengenai unsur-unsur berita.

Siswa kelas XI IPA 2 SMA Tunas Daud ini sedang mengikuti pelatihan jurnalistik 'Yuk Menulis Berita' oleh Tribun Bali so Tunas Daud Hall, Denpasar, Bali, Kamis (25/2/2016).

Yohanes menjawab dengan tegas melalui microphone yang diberikan oleh tim Tribun Bali.

"Ada enam unsur berita yaitu what, who, when, where, why dan how," jelas Yohanes yang mengaku tertarik jurnalistik saat naik kelas XI ini.

Siswa yang senang menulis opini ini mengku mendapat ilmu baru tentang dunia jurnalistik.

"Saya sebelumnya sudah pernah ikut pelatihan jurnalistik.

Namun dalam seminar ini saya lebih ingin menggali tentang bagaimana gaya mencari berita dan bertemu narasumber," ungkap Yohanes yang sedang mempersiapkan lomba mading ini.    

Dalam seminar yang diikuti oleh 80 peserta dari kelas X dan XI ini, Kander Turnip mengatakan berita itu harus berupa informasi baru dan penting terhadap peristiwa gagasan kepentin dan sepak terjang manusia yang dilaporkan media.

"Ketika mau bertemu narasumber itu ada yang door stop, cegat langsung di lapangan dan ada juga yang perlu janjian bersama narasumber dulu. Intinya penulis berita harus menentukan siapa narasumber yang akan diwawancara lalu setelah bertemu harus menjaga sopan santun," tanggapnya.

Lebih lanjut, Kander juga menekankan syarat berita itu sebuah fakta dibagi menjadi dua yaitu fakta empiris yang bisa terukur seperti jumlah, warna hitam, berat.

Kedua ada fakta opini pendapat yang disampaikan oleh narasumber berdasarkan panca inderanya.

Berita itu juga harus objektif sesuai dengan keadaan sebenarnya tidak dilebihkan maupun dikurangi.

"Selain itu berita harus akurat, berimbang, saat menulis berita harus seimbang memberitakan dalam porsi yang sama," ungkapnya.

Berita harus menjawab semua pertanyaan yang muncul di masyarakat. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved