Kisah AA Sri Utari Setelah Sembuh dari Sakit, ‘Sekarang Saya Sudah Bisa Kembali Menari’
Ibu tiga orang anak tersebut tak pernah melupakan kejadian tiga tahun silam. Suatu hari, tiba-tiba dia merasakan pinggangnya kaku
Karena sudah tidak sabar ditemani keluarga kemudian menemui dr. Sofyanto, SpBS, dokter yang dimaksud tersebut.
Pada awalnya ia memang sempat gamang tetapi dengan penjelasan yang memadahi dia kemudian bersedia dilakukan operasi.
Operasi itu sendiri untuk mengembalikan posisi tulang belakang yang bergeser.
“Saya bersyukur sekali setelah operasi kondisinya, tidak sakit kecuali hanya kaku-kaku saja,” papar Sri Utari yang mengaku sempat putus asa tersebut.
Perkembangan fisiknya makin hari makin membaik, bahkan tiga bulan berikutnya dia sudah bisa mengikuti festival musik tradisional tanpa harus merasa terganggu dengan sakitnya.
Bahkan yang membahagiakan lagi setahun kemudian dia sudah bisa kembali ke pentas menari tari bali yang sudah sejak kecil digeluti.
“Karena saya seniman musik dan tari jadi tidak bisa dibayangkan bagaimana rasa bahagianya ketika bisa lagi turun di panggung yang sudah lama saya tinggalkan karena sakit tersebut,” kata Sri Utari dengan wajah berbinar.
Dari pengalaman itu lanjut Sri Utari, dia selalu menyampaikan kepada siapa saja yang pernah merasakan sakit seperti yang pernah dia rasakan untuk tidak takut atau ragu lagi untuk dilakukan operasi sepanjang kepada dokter yang mumpuni.
Bahkan dia sendiri akan memberikan testimony pada gathering kesehatan bedah saraf yang diadakan tim Comprehensive Brain and Spione Centre dan dr. Sofyan, SpBS yang digelar secara cuma-cuma di Hotel Pradise Sanur, Sabtu (3/12/2016).
“Biar makin banyak orang tahu sehingga sakitnya tidak berkelanjutan seperti yang pernah saya alami,” imbuh Sri Utari yang masih terlihat cantik dan bugar tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aa-sri-utari_20161201_124814.jpg)