Sponsor Content
Tampilkan Seni Pertunjukan Yang Berbeda Untuk Melestarikan Budaya Bali
Desa Visesa yang ingin mengembangkan dan melestarikan budaya-budaya yang ada, dengan menampilkan seni pertunjukan yang berbeda
Fenomena tersebut saat Gunung Agung mulai erupsi. Banyaknya masyarakat yang panik dan wisatawan ingin pulang ke negaranya.
"Kejadian itu yang membuat ide-ide baru muncul. Bagaimana kita mengembalikan Bali dengan memperlihatkan seni dan budaya,"tuturnya.
Cerita Siwa Nataraja juga dikaitkan dengan sifat manusia yang tidak bisa mengontrol emosi.
Manusia yang tidak bisa mengontrol emosi akan akan seperti binatang atau raksasa.
Emosi akan membuat semua menjadi tidak karuan, sehingga tidak sesuai dengan sifat asli.
"Pada cerita, dewa-dewa menjelma menjadi menjadi penari. Dewa Brahma menjadi topeng merah atau bang, Dewa Wisnu menjadi penari telek dan Dewa Wisnu menjadi Barong. Setelah emosi mereda, secara perlahan akan kembali seperti semula," jelasnya.
Pada pergelaran tersebut juga akan dilaksanakan 2 kali dalam sehari. Pada siang hari akan dilaksanakan pergelaran Siwa Nataraja dan pada sore hari akan digelar pertunjukan Dewi Sri.
Pengunjung yang ingin menyaksikan pergelaran tersebut dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000.(*)