Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior Berlabuh di Bali, Kritisi PLTU Celukan Bawang

Ada tiga permasalahan lingkungan yang menjadi perhatian utama untuk perjalanan Rainbow Warrior kali ini.

Penulis: Hisyam Mudin | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Rizal Fanany
Kapal Greenpeace Rainbow Warrior tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (13/4/2018).Kunjungannya kali ini bertema Jelajah Harmoni Nusantara. 

Menurutnya, bukan hanya reklamsi Teluk Benoa saja, tapi isu lingkungan lainnya, termasuk juga upaya-upaya pelebaran seperti reklamsi Pelabuhan Benoa dan Bandara Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, hal ini akan berbahaya untuk Bali.

"Saya berbicara Bali, tapi sebetulnya mewakili bagaimana kondisi pembangunan di Indonesia yang semuanya tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup," ujarnya.

Gendo berharap Greenpeace bersama Rainbow Warrior terus mengkampanyekan isu-isu lingkungan hidup.

"Greenpeace bersama Rainbow Warrior akan terus menjadi kawan kita bersama sejak perjuangan lima tahun yang lalu dan kedepannya untuk terus memperjuangkan kepentingan lingkungan hidup," imbuhnya.

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior dengan panjang 63 meter dan lebar 11 meter serta ketinggian 54 meter ini, memiliki 17 kru kapal, termasuk kapten kapal.

Selama dalam perjalanan, kapal ini lebih banyak mengandalkan angin yang dilaporkan sampai 80 persen.

Sisanya, 20 persen menggunakan tenaga mesin.

Rainbow Warrior akan berlabuh selama empat hari di Bali, terhitung sejak 13 April hingga 16 April 2018 mendatang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved