Liputan Khusus

Sejarah Lahirnya Perguruan Silat Bakti Negara Hingga Torehkan Prestasi Mengagumkan Ini Bagi Bali

Perguruan silat khas Bali inilah yang berhasil mengantarkan tiga putra putri Bali meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
ist/Tribun Bali/Prima
Atlet Pencak silat PSPS Bakti Negara, Bali. 

Waktu itu, sebelum PON ke-8 sekitar tahun 1972, dari Bali beberapa pendekar Bakti Negara atas penugasan dari Bagus Made Rai Keplag berangkat ke Jakarta.

Mereka antara lain almarhum Bagus Alit Dira, A.A Ngurah Manik Astawa, I Made Mariarta, dan I Made Sukarja.

Selain itu, almarhum Bagus Alit Dira waktu itu juga ikut menjadi petarung dalam ajang uji coba aturan yang telah dibuat.

"Itu sangat berbahaya. Karena aturan yang dibuat belum final. Dan beliau rela untuk menjadi percobaan untuk melaksanakan aturan yang dibuat IPSI," tutur Gusman.

Setelah membentuk aturan tentang pertandingan pencak silat, IPSI kemudian membentuk mekanisme penjurian, pembentukan wasit dan pelatih nasional pertama.

Waktu itu Bagus Alit Dira ikut sebagai wasit-juri dan pelatih nasional angkatan I, sekaligus diberi mandat untuk membentuk IPSI di Bali.

Almarhum Alit Dira kala itu kemudian menyusuri dan melakukan pendekatan kepada perguruan silat yang ada di Bali.

Sebuah misi yang tidak mudah, banyak dari tokoh dari perguruan silat yang beranggapan bahwa silat memiliki gerakan-gerakan yang mematikan, sehingga bahaya untuk dipertandingkan.

Di samping itu, kala itu juga ada anggapan bahwa gerakan-gerakan silat yang bersifat rahasia tidak pantas untuk dipertontonkan.

"Dengan argumen-argumen masuk akal, akhirnya Alit Dira mampu meyakinkan para tokoh silat di Bali. Bahwa untuk masalah keamanan, tidak usah takut, karena ada aturan-aturan yang membatasi, juga dilengkapi dengan pelindung. Itu dijelaskan sehingga disetujui,” cerita Gusman.

IPSI Bali pun terbentuk pada tahun 1973 di Hotel Segara Village. Setelah resmi dibentuk, IPSI Bali mulai mengadakan seleksi atlet yang kali pertama dilakukan di Kabupaten Buleleng dan berhasil menjaring atlet pionir.

Mereka adalah Bagus Ketut Dani Suparta, I Ketut Adi Asmara, dan Nyoman Seraya.

Setelah itu, akhirnya Pencak Silat dipertandingkan secara resmi mulai PON ke-8 pada tahun 1973.

Bakti Negara menjadi salah satu perguruan yang konsisten mampu meraih prestasi baik pada daerah, nasional dan internasional hingga saat ini.

Hingga saat ini, sudah ada tiga generasi Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara. Generasi pertama yang diketuai oleh I Bagus Made Rai Keplag, generasi kedua I Bagus Alit Dira, dan generasi ketiga diketuai oleh I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota.

Khusus untuk jabatan Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara, memang tidak dipilih, melainkan berdasarkan garis keturunan. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved