Liputan Khusus

Sejarah Lahirnya Perguruan Silat Bakti Negara Hingga Torehkan Prestasi Mengagumkan Ini Bagi Bali

Perguruan silat khas Bali inilah yang berhasil mengantarkan tiga putra putri Bali meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018.

Sejarah Lahirnya Perguruan Silat Bakti Negara Hingga Torehkan Prestasi Mengagumkan Ini Bagi Bali
ist/Tribun Bali/Prima
Atlet Pencak silat PSPS Bakti Negara, Bali. 

"Ini untuk menyatukan berbagai istilah yang berbeda. Istilah pencak silat baru digunakan sejak 1948 sejak Organisasi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) didirikan oleh Mr Wongso Negori di Surakarta. Tujuannya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan dari pencak silat itu sendiri," jelas lelaki asal Banjar Tampak Gangsul yang saat ini menetap di Br. Negari Kelurahan Sading, Badung itu.

Setelah adanya organisasi nasional yang menaungi pencak silat kala itu, seni tengklung pun semakin berkembang.

Di Bali, sejumlah pesilat menggelar pertemuan-pertemuan untuk membuat sekaa atau kelompok perguruan silat.

Waktu itu, para pendekar silat seperti Bagus Made Rai Keplag, AA Rai Tokir, AA Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra, Ida Bagus Oka Dewangkara, dan Ida Bagus Mahadewi kemudian bersepakat mendirikan sebuah perguruan.

Karena semangat mereka kala itu adalah untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, maka disepakatilah perguruan yang dibentuk bernama Bakti Negara pada 31 Januari 1955.

"Jadi pencak silat itu digunakan oleh para pendiri kita untuk berbakti kepada negara. Mereka berharap silat ini mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan mengunakan silat untuk membangun bangsa. Kedua sebagai bagian dari pendidikan karakter, sehingga lahir pemuda yang berjiwa ksatria," tutur Gusman.

Pria yang sudah menjadi sekretaris umum Bakti Negara sejak tahun 1998 ini menjelaskan, setelah IPSI dibentuk, para pengurus IPSI Pusat dalam rangka memajukan pencak silat di Indonesia, dan untuk semakin menarik minat anak muda terhadap pencak silat, berinisiatif melakukan modernisasi pencak silat dalam aktivitas olahraga prestasi, dimana pencak silat dipertunjukkan dan dipertandingkan di hadapan publik dalam bentuk olahraga prestasi.

"Selain itu untuk menekan ekspansi bela diri asing yang masuk ke Indonesia waktu itu," tutur pria yang pernah mendapatkan Juara 1 dalam kejuaraan Pencak Silat di Hanoi, Vietnam, tahun 1996 tersebut.

Cabang Prestasi

Saat itu, para pendekar pencak silat yang secara aktif dan berkomitmen untuk menjadikan seni pencak silat sebagai cabang olah raga yang dipertandingkan, kemudian membentuk sebuah forum rapat yang membahas khusus mengenai teknis pertandingan, termasuk penentuan juri, dan aturan pertandingan.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved