Liputan Khusus
Kisah Pekak Putra, Pemulung yang Maniak Buku
Sambil duduk santai di atas rongsokan kayu, kakek yang rambutnya sudah putih, dan kulitnya mengeriput itu mulai membaca buku
Tayang:
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Pemulung Ketut Putra sedang baca buku di depan ruko di Wangaya, Denpasar, belum lama ini.
Seperti kata-kata mutiara yang sudah tak asing didengar, manfaat membaca menurut Pekak Putra, tiada lain adalah agar manusia bisa membuka jendela dunia. Jika masyarakat tidak suka membaca, maka kehidupan mereka seperti katak dalam tempurung.
"Asyik dengan dunia sendiri, dan merasa dunianya sudah luas, padahal, di luar sana jauh lebih luas. Itu saja. Kalau kita membaca, maka jendela akan terbuka, kalau tidak, ya jendelanya tertutup," ujar pekak yang giginya sudah hampir tiada itu. (i wayan erwin widyaswara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemulung-ketut-putra_20181016_085705.jpg)