Patung Dewi Danu Diyakini Akhiri Kutukan, Hilangkan Mental Pengemis Tempuh Jalur Sekala Niskala
Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu berencana membangun patung Dewi Danu
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu berencana membangun patung Dewi Danu.
Pembangunan Patung Dewi Danu berkaitan dengan kebiasaan warga Munti Gunung yang menjadi pengemis.
Patung Dewi Danu akan dibangun di Desa Adat Munti Gunung, Tianyar Barat.
Dengan adanya patung Dewi Danu warga bisa memohon pengampunan kepada Dewi Danu.
"Karena kami dikutuk oleh Dewi Danu. Ada dua kutukan. Pertama yakni akan dihina warga sekitar karena mengemis, kedua kesulitan mencari air," ujar Perbekel Tianyar Barat, Agung Pasrisak Juliawan, Jumat (19/10/2018).
Pasrisak menjelaskan, patung Dewi Danu rencananya didirikan awal tahun 2019 menggunakan anggaran desa sebesar Rp 80 juta.
Rencana ini sudah dikoordinasikan dengan ida begawan yang menyambut baik pendirian patung tersebut.
Pihaknya juga membangun Pura Padpad di sekitar sumber air Padpad.
Pembangunan Pura Padpad dilakukan untuk menghormati air karena di Munti Gunung kesulitan memperoleh air.
"Saat Dewi Danu menyamar sebagai penjual air, kami hina beliau. Saat itu perwujudan Dewi Danu sebagai orang tua dan dihina masyarakat. Setelah dihina beliau mengutuk, lalu cuci tangan di daerah Padpad dan muncul sumber air," kisahnya.
Pembangunan Pura Padpad kini sedang berlangsung.
Prajuru Adat Munti Gunung akan menggelar mendak nuntun usai pembangunan Pura Padpad.
"Prosesi mendak nuntun masih menunggu waktu," kata dia.
Ia berharap, kebiasaan mengemis warga berangsur hilang usai dibangunnya patung Dewi Danu dan Pura Padpad.
Kata dia, jumlah pengemis di Munti Gunung mulai berkurang.