Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sering Minum Jus Buah Tak Selalu Menyehatkan. Ini Kata Ahli

Namun, pernahkah Anda bertanya, apakah jus buah segar benar-benar sehat seperti yang kita pikirkan selama ini?

Tribun Bali/Ayu Dessy Wulansari
jus buah segar (ilustrasi) 

TRIBUN-BALI.COM - Jus buah segar sering kali dianggap minuman yang paling sehat.

Tak jarang minuman ini masuk dalam menu banyak jenis diet.

Bahkan, jus buah segar sering diklaim bisa membantu menurunkan berat badan, memulihkan keadaan tubuh, hingga detoksifikasi.

Namun, pernahkah Anda bertanya, apakah jus buah segar benar-benar sehat seperti yang kita pikirkan selama ini?

Jus buah sering kali dianggap tidak berbahaya karena kandungan gulanya adalah fruktosa.

Dalam hal ini, buah memang mengandung fruktosa tapi gula tersebut terkandung dalam sel buah yang ada pada serat buah utuh.

Artinya, butuh sistem pencernaan kita sebentar untuk memecah sel-sel ini dan agar fruktosa memasuki aliran darah. Sedangkan untuk jus buah tidak demikian.

"Jus buah memiliki sebagian besar serat yang dihilangkan," ungkap Emma Elvin, penasihat klinis senior lembaga diabetes di Inggris dikutip dari BBC Future, Rabu (02/01/2019).

Itu mengapa fruktosa dalam jus buah dihitung sebagai "gula bebas" seperti madu dan gula yag ditambahkan pada makanan.

Merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas tambahan gula pada orang dewasa hanya 30 gram.

Ini setara dengan 150 ml jus buah per hari.

Baca: Hati-hati, Jus Buah Kemasan Punya Kadar Gula yang ‘Jahat’ Bagi Anak-Anak

Baca: Jangan Menggosok Gigi Usai Minum Jus Buah atau Soda, Ini 6 Alasannya!

Baca: Selain Sehat, Banyak Makan Buah dan Sayur Juga Bikin Mood Lebih Baik

Selain itu, dengan serat yang dihilangkan, fruktosa jus buah diserap lebih cepat.

Lonjakan gula darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan pankreas melepaskan insulin untuk menstabilkannya.

Seiring waktu, mekanisme ini bisa saja aus dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Pada 2013, para peneliti menganalisis data kesehatan dari 100.000 orang yang dikumpulkan antara 1986 dan 2009.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved