Sering Minum Jus Buah Tak Selalu Menyehatkan. Ini Kata Ahli
Namun, pernahkah Anda bertanya, apakah jus buah segar benar-benar sehat seperti yang kita pikirkan selama ini?
Baca juga: Hati-hati, Jus Buah Kemasan Tinggi Kandungan Gula
Untuk perkara diet, para ahli menyatakan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan minum jus buah tidak lantas membuat kita makan lebih sedikit.
Padahal, konsumsi jus buah sendiri berarti mengonsumsi kalori yang cukup besar.
"Juga mudah untuk mengonsumsi jus buah dalam jumlah besar dengan cukup cepat, yang berarti kalori ekstra.
Dan ketika kalori meningkat, ini dapat berkontribusi pada penambahan berat badan," kata Elvin.
Dektoksifikasi?
Salah satu alasan populernya jus buah adalah upaya detoksifikasi.
Namun, manfaat itu dibantah oleh Roger Clemens, profesor ilmu farmasi di University of Southern California.
"Seluruh konsep diet jus menjadi detoksifikasi adalah kekeliruan," kata Clemens.
"Kita mengonsumsi senyawa setiap hari yang mungkin beracun dan tubuh kami melakukan pekerjaan detoksifikasi dengan sendirinya dan menghilangkan segala yang kita makan dengan baik," sambungnya.
Hal ini juga berlaku jika Anda berpikir untuk menjadikan jus buah sebagai cara mendapatkan nutrisi.
"Ada banyak nutrisi yang terkandung di bagian buah-buahan seperti di kulit apel, yang hilang ketika Anda membuat jus," kata Heather Ferris, asisten profesor kedokteran University of Virginia, AS.
"Anda pada akhirnya hanya akan mengonsumsi air gula dengan beberapa vitamin saja," tegasnya.
Jadi, meskipun jus buah lebih baik daripada tidak ada buah sama sekali, ada batasnya. Jus mengandung risiko ketika dikonsumsi lebih dari 150 ml per hari, atau ketika itu membuat kita melebihi asupan kalori yang direkomendasikan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Jus Buah Selalu Menyehatkan?",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jus-buah-segar_20160401_171556.jpg)