Bangunan Angker Taman Festival Bali di Padang Galak Disulap Jadi Area Custom War Selama 2 Hari
Nuansa angker Taman Festival Bali di Pantai Padang Galak, Denpasar, Bali tak menjadi soal bagi komunitas motor custom culture, Naskleng 13 (NK13).
Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sebanyak 200 motor custom yang mengikuti kontes ini, kata dia, memiliki rentang harga kisaran Rp 15 hingga 100 juta tergantung jenis motornya.
Ratusan motor ini dihadirkan di 4 stage yang terdiri dari Main Stage, Dome Stage, Announcement Stage.
Yang juga spesial pada Custom War tahun ini, kata Nesa, adalah akan ada pemberian piala penghargaan kepada motor custom favorit dari para peserta builder undangan.
Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi antara sesama builder yang sudah menghadirkan motor terbaik mereka.
"Jadi tidak ada juri, nanti pemberian penghargaan ini akan dinilai berdasarkan asas kesepakatan bersama," ujarnya.
Selain itu, para pengunjung yang hadir juga akan disuguhi oleh lebih dari 20 stand kuliner yang kali ini didominasi oleh kuliner khas Pulau Dewata.
Pada Custom War 2019 ini pihak panitia menghadiahkan 2 motor untuk para pengunjung yang beruntung yaitu 1 buah motor custom yang dibuat oleh salah satu builder Bali, Kedux Garage, dan 1 lagi satu buah sepeda motor Kawasaki.
Lebih lanjut, ini merupakan event kali ketiga sejak 2014 dan semakin menuai banyak animo.
Hingga hari pertama saja, 10 ribu pengunjung sudah mulai antusias mendatangi hajatan besar pegiat otomotif modern ini.
"Sesuai dengan pilihan tempat ini, kami menargetkan menjaring sebanyak 30 ribu pengunjung. Hari ini (kemarin, red) saja sudah ada kisaran 10 ribu," ungkapnya.
Secara konten acara, Custom War kali ini juga lebih beragam seperti kontes surfing, skate jam, hingga keterlibatan komunitas fotografi analog, tato, ilustrasi, die cast, action figure, clothing lokal, komunitas musisi independen Bali, kolektor musik hingga komunitas street art (mural). (*)