Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Percikan Tirta Sebelum Evakuasi, Material Longsor Bukit Abang Sulit Ditangani

Pemangku pun memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material longsor di Bukit Abang

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pemangku di sekitar lokasi memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bongkahan batu disertai material tanah terus berjatuhan usai longsor besar di Bukit Abang, Kintamani, Jumat (18/1/2019).

Minimnya akses jalan di sekitar lokasi berdampak pada terisolasinya warga dari empat desa.

Evakuasi kemarin juga meminta restu niskala.

Ini agar proses evakuasi berjalan lancar dan petugas selamat hingga tugas-tugas mereka selesai.

Pemangku pun memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material.

Pemangku di sekitar lokasi memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material, Jumat (18/1/2019).
Pemangku di sekitar lokasi memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material, Jumat (18/1/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Pantauan Tribun Bali di lokasi, sejumlah kendaraan tampak terparkir di rumah-rumah warga Desa Buahan.

Sedangkan di sekitar lokasi longsor, beberapa boat menjadi alat transportasi alternatif bagi warga sekitar.

Sementara di lokasi longsor, sejumlah anggota kepolisian tampak gotong royong menyingkirkan batuan besar yang menutup jalan sekitar.

Perbekel Desa Abang Batudinding, I Made Diksa mengungkapkan, tertutupnya akses utama ini jelas berdampak pada lumpuhnya aktivitas warga.

Mulai dari pekerja kantoran, petani, hingga pelajar.

"Para petani tidak bisa mengangkut hasil panen untuk dijual. Demikian juga dengan para pelajar kami, terpaksa dimintakan izin ke kepala sekolah masing-masing. Ada sekitar 50 hingga 100 pelajar dari tingkat SMP dan SMA," ujarnya.

Lumpuhnya akses menyebabkan sejumlah kendaraan warga terpaksa dititipkan pada rumah warga di Desa Buahan maupun Desa Kedisan.

Untuk warga yang terisolasi di Desa Abang Batudinding, khususnya Banjar Dukuh saja terdapat sebanyak 198 kepala keluarga (KK), sedangkan Desa Suter terdapat 3 KK, dan Abang Songan sekitar 80 KK.

Sedangkan untuk aktivitas warga yang terisolasi, sementara dibantu dengan boat dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta BPBD Bangli.

TERISOLASI - Sejumlah warga memanfaatkan boat bantuan dari pemerintah kabupaten untuk menyeberang dan beraktivitas, Jumat (18/1/2019).
TERISOLASI - Sejumlah warga memanfaatkan boat bantuan dari pemerintah kabupaten untuk menyeberang dan beraktivitas, Jumat (18/1/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Besarnya material longsor yang menutup akses utama jalur Desa Buahan menuju Desa Terunyan itu juga dirasa tidak mungkin dilakukan upaya penanganan secara manual.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved