Percikan Tirta Sebelum Evakuasi, Material Longsor Bukit Abang Sulit Ditangani
Pemangku pun memberikan tirta sebelum dilaksanakannya evakuasi material longsor di Bukit Abang
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Disamping itu, minimnya alat berat milik daerah yang tersedia menjadi harapan pihaknya agar pemerintah segera menganggarkan penambahan alat berat serta disiagakan pada masing-masing kecamatan.
"Hingga kini masih terjadi material tanah dan batu yang longsor. Musibah longsor kemarin juga menimpa saluran listrik di sekitar lokasi sehingga warga di empat desa yakni Abang Batudinding, Abang Songan, Suter, dan Terunyan semalaman tanpa listrik. Beruntung pada pagi harinya petugas dari PLN sudah ke lokasi untuk melakukan perbaikan," ucapnya.
Wakapolres Bangli, Kompol I Made Krisnha mengatakan, sudah menyiagakan dua unit boat berukuran kecil dan besar sebagai bantuan moda transportasi bagi masyarakat sekitar.
Dua boat ini disiagakan hingga akses jalan yang tertimbun material longsor kembali normal.
"Pelayanan ini gratis sesuai dengan komitmen kami pada masyarakat. Untuk boat berukuran kecil digunakan untuk mengangkut warga dari desa menuju wilayah Desa Buahan. Sedangakan boat berukuran besar, kami gunakan untuk mengangkut warga hingga dermaga Kedisan," ujarnya.
Tergantung Kondisi Cuaca
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menjelaskan, upaya penanganan material longsor dilakukan utamanya pada jalur dari Desa Buahan menuju Desa Terunyan, dari pada menggunakan alat berat yang kini masih berada di wilayah Desa Terunyan.
Upaya ini dilakukan dengan pertimbangan medan jalan yang memiliki banyak tikungan, disamping juga keselamatan petugas.
“Kalau dari sini dirasa lebih memungkinkan karena tidak ada tikungan, serta badan jalan lebih lebar. Berbeda dengan jalur sebaliknya, antara marka jalan dengan tebing cenderung berhimpitan. Selain itu, dari sisi kemiringan tebing dari jalur Buahan menuju Terunyan ini lebih landai, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masih ada upaya petugas untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Pihaknya masih berupaya melakukan evakuasi material longsor yang memutus akses warga di empat desa itu.
Hanya satu alat berat yang digunakan untuk evakuasi material longsor, mengingat lebar jalan terbatas.
Seluruh material longsor bisa dievakuasi dalam dua hingga tiga hari ke depan selama cuaca di sekitar lokasi cerah.
“Kendalanya hanya hujan, karena bisa memicu terjadinya longsor susulan. Kalau cuaca cerah, dua hingga tiga hari ke depan seluruh material longsor bisa tertangani,” ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemangku-di-sekitar-lokasi-memberikan-tirta-sebelum-dilaksanakannya-evakuasi-material.jpg)