SJB Pertanyakan Kunjungan Karutan Bangli ke Rumah Prabangsa, Kakanwil: Tidak Ada Perintah
SJB kembali mengadakan audiensi dengan Kakanwil Sutrisno terkait pemberian remisi I Nyoman Susrama pembunuh jurnalis
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Ardans
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan hasil kesepakatan dalam Aksi Damai Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), Jumat (25/1/2019) lalu di kantor Kanwilkumham Bali, SJB kembali mengadakan audiensi dengan Kakanwil Sutrisno terkait pemberian remisi I Nyoman Susrama pembunuh jurnalis, pada Senin (28/1/2019) sekitar pukul 10.00 Wita pagi tadi.
Dalam Audiensi tersebut SJB mengajukan dua permohonan kepada Kakanwil.
Pertama, meminta dokumen-dokumen terkait pertimbangan usulan nama I Nyoman Susrama yang dikirim ke Jakarta untuk didiskusikan bersama.
Kedua, meminta Kakanwil mengirim surat koreksi dan mencabut nama I Nyoman Susrama dari surat usulan atas nama Kanwilkumham.
Acara yang berlangsung tidak terlalu lama itu, menghasilkan beberapa poin penting, termasuk yang akan disampaikan Kakanwil kepada Menteri.
Di sela-sela pertemuan, SJB mempertanyakan beberapa hal, misalnya kunjungan Kepala Rutan Bangli Made Suwendra bersama keluarga I Nyoman Susrama, yakni I Nengah Arnawa yang merupakan kakak Susrama, ke rumah AA Prabangsa.
Baca: 12 Peneliti Daun Ketapang SMPN 3 Denpasar Berkompetisi di Thailand, Ada yang Buat Bodi Kapal Laut
Baca: Kategori Fashion Dominasi Produk UMKM Di Rumah Belanja Denpasar
Baca: Ramalan Garis Tangan: Waspada! Tanda Ini pada Telapak Tangan Pertanda Ketidakberuntungan
SJB mempertanyakan kenapa kunjungan baru dilakukan setelah ada aksi ini, sedangkan selama ini tidak pernah melakukan pertemuan intens.
Yoyo selaku Sekertaris AJI juga mempertanyakan hal itu.
"Beberapa waktu lalu Kakak I Nyoman Susrama mendatangi rumah Alm Prabangsa didampingi Karutan Bangli, jadi kami ingin tanyakan mengapa Pak Karutan ikut serta, apa relevansi serta urgensinya?" tanyanya.
Menanggapi hal itu, Kakanwil Kemenkumham Bali Sutrisno mengatakan tidak ada perintah dari dirinya terhadap hal itu.
"Perintah dari saya tidak ada, tapi kemungkinan keluarganya ingin beritikad baik untuk meminta maaf kepada keluarga korban. Saya tidak tahu persis tetapi nanti saya tanyakan. Terima kasih atas masukan itu. Apalagi saya tidak ada perintah seperti itu," tegasnya.
Karutan Bangli Made Suwendra yang juga berada di ruang rapat itu memberikan klarifikasi kedatangannya ke rumah AA Prabangsa.
Diungkapkan, ia hanya diminta keluarga I Nyoman Susrama untuk mendampingi ke rumah korban.
"Memang waktu itu kami diajak oleh keluarga I Nyoman Susrama ke keluarga korban. Diminta mendampingi ke sana. Hanya sebatas memfasilitasi saja. Karena kami diminta mendampingi. Kami pun tidak ada pembicaraan berkaitan dengan anulirisasi dan sebagainya. Tidak ada yang lain, silakan bisa ditanyakan ke keluarga. Intinya tidak ngapa-ngapain dan tidak ada perintah dari mana-mana. Hanya membangun hubungan baik. Mungkin juga dengan adanya suasana di mana-mana, pihak keluarga mereka ingin membuat redam suasana. Mungkin kami dianggap mewakili dari rutan, maka diajak. Itu juga sebagai antisipasi ada demo dan lainnya. Saya hanya niat baik mendampingi," jelasnya.
Baca: Pemprov Bali Akan Tunjukkan Kedekatan Bali-Cina Lewat Balingkang Kintamani Festival
Baca: Kakanwil Kemenkumham Bali Besok ke Jakarta Bawa Petisi Tolak Pemberian Remisi Susrama
Baca: Hari Ini Sidang Putusan, Ahmad Dhani Ditemani Anaknya dan Mulan Jameela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/audiensi-sjb-dengan-kakanwil-kemenkumham-bali.jpg)