Kambing Gembrong Asli Bali Terancam Punah, Potensi Kematian Anaknya 60%

Kambing gembrong disebut-sebut adalah kambing asli Bali layaknya Anjing Kintamani, namun kini keberadaannya kian terancam punah

Kambing Gembrong Asli Bali Terancam Punah, Potensi Kematian Anaknya 60%
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Petugas usai memandikan hewan kambing gembrong di sebuah kandang di kawasan BITDEC di Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (19/2/2019). 

ahun 2015 lalu, kata dia, ada warga dari Tabanan yang membeli untuk dilestarikan dan dikembangbiakan. Saat ini jumlahya sudah mencapai 28 ekor. 

Cari Solusi
Faktor utama yang menyebabkan populasi kambing gembrong terus menurun adalah nilai ekonominya dan reproduksi jenis hewan ini sangat rendah.

Jika dari segi ekonomi, masyarakat cendrung tidak memilih kambing gembrong karena harganya masih disamakan dengan kambing jenis lainnya seperti kambing kacang.

“Nah ini masih dicarikan solusi, apa sebenarnya yang bisa diambil dari hewan ini, apakah bulunya bisa diolah untuk apa? atau menjadi hewan eksotis? Itu masih perlu dipelajari lagi,” jelasnya.

Untuk faktor reproduksi yang rendah itu disebabkan oleh prosesnya yang homogen. Hal itu menyebabkan tingkat kematian anaknya sangat tinggi hingga 60 persen.

“Untuk reproduksi hanya homogen saja. Itu yang kami khawatirkan jika hanya seperti itu akan menyebabkan kematian pada bayi kambing yang baru lahir. Selain itu juga ketahanan tubuhnya lemah, tingkat kematian mencapai 60 persen,” paparnya.  

Komitmen Konservasi
Kambing gembrong habitatnya di daerah pesisir. Bulunya lebih panjang hingga 20-30 sentimeter (untuk jantan).

Kemudian dari sisi fenotip atau dari bentuk tubuhnya lebih besar dari kambing kacang dan lebih kecil dari kambing PE atau rata-rata memiliki tinggi badan 60 sentimeter. 

“Perawatannya juga hampir sama dengan kambing lainnya, hanya saja berbeda pada perawatan bulunya yang panjang. Intinya kami tetap komitmen untuk menyelamatkan dan memperbanyak kambing ini agar tidak punah. Karena kambing ini merupakan asli Bali,” ujar Peneliti BPTP Bali, Anak Agung Ngurah Badung Sarmuda Dinata. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved